Korban Heli Jatuh Tinggalkan Istri yang Sedang Hamil

Korban Heli Jatuh Tinggalkan Istri  yang Sedang Hamil

CIREBON – Salah satu korban helikopter Basarnas yang jatuh di kawasan Dieng, Kapten Laut II Ii Solihin dikebumikan di kampung halamannya, Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon, Senin (3/7). 
\"korban
Pemakaman jenazah  Ii Solihin . Foto: Suwandi/Rakyat Cirebon
Korban meninggalkan seorang istri, Rizki Nanda Pratiwi yang tengah mengandung anak pertamanya. Korban menikah pada 5 Februari 2017 silam. “Istri almarhum saat ini tengah mengandung empat bulan,” tutur saudara sepupu korban, Saniah saat ditemui di rumah duka. 

Saniah mengaku sebelum jatuhnya helikoter Basarnas di Gunung Butak Temanggung Minggu (2/7) lalu, tidak ada firasat apapun. “Cuma saya melihat saat libur lebaran korban lebih banyak bercengkerama dengan anak-anak kecil sepupunya. Biasanya ia jarang bermain dengan anak-anak, jadi saya sedikit aneh,” kata Sania. 

Sania juga mengatakan, selama lebaran korban berada di Cirebon selama 4 hari dan sempat mengunjungi seluruh keluarga besarnya. Sebelum akhirnya keluarganya di Cirebon menerima kabar dari istri Solihin, bahwa suaminya mengalami kecelakaan saat sedang bertugas di kawasan Dieng.

Solihin mendapat kenaikan pangkat, yang awalnya berpangkat Kapten Laut (P) setelah gugur mendapat pangkat Mayor Laut (P).

“Ii Solihin gugur dalam melaksanakan tugas bersama Basarnas yakni mengobservasi ledakan di kawah Dieng,” tutur Komandan Pangkalan Udara Angkatan Laut Djuanda Surabaya, Kolonel Laut (P) Heru Prasetyo.

Karena itulah, TNI memberikan kenaikan pangkat sebagai bentuk penghargaan bagi almarhum. Dalam keseharian, menurut Heru, Solihin dikenal sebagai sosok yang pendiam. Ia juga dikenal sebagai orang yang tegas dan siap selalu saat mendapatkan tugas. “Dia sosok yang tegas dan energik dalam melaksanakan tugas,” imbuhnya.

Lebih lanjut disampaikan, Solihin lulusan dari AAL angkatan 55 tahun 2003, juga pernah menempuh pendidikan penerbangan selama 1.5 tahun, dan memiliki jam terbang lebih dari 800 jam. Almarhum juga tergabung dalam Wing Udara Skuadron 400 Lanudal Surabaya. 

Korban merupakan anak pertama dari 3 bersaudara dari pasangan Rali dan (alm) Basiri warga Desa Pangkalan, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.  (ari/dym)

Sumber: