Massa FOI dan IMI Desak Perbaikan Jalur Pantura

Massa FOI dan IMI Desak Perbaikan Jalur Pantura

INDRAMAYU - Ratusan massa yang tergabung dalam Forum Otom;otif Indramayu (FOI) dan Ikatan Motor Indonesia (IMI) Korwil Indramayu mendesak pemerintah agar segera melakukan perbaikan terhadap kerusakan jalur pantura, Minggu (5/2).
\"IMI
Warga Indramayu demo perbaikan jalan. Foto: Tardi/Rakyat Cirebon
Aksi simpatik yang menyita perhatian warga dan pengguna jalan itu dilakukan karena lubang di sepanjang jalan nasional itu sudah banyak merenggut nyawa korbannya.

Dengan mengusung tema \'Save Pantura\' yang disertai pampangan poster berbagai ukuran bertuliskan desakan hingga protes, aksi simpatik tersebut mendapat pengawalan dari Satuan Lalu Lintas Polres Indramayu.

Dalam aksinya, massa tidak hanya berorasi dan konvoi, namun dilakukan pula penandaan lubang-lubang jalan dengan menggunakan cat warna putih.

Ketua IMI Korwil Indramayu, Joy Sigit mengatakan, aksi yang dilaksanakan bersama 37 klub/komunitas otomotif roda dua dan roda empat itu merupakan bentuk keprihatinan atas kerusakan jalur pantura yang terbilang sangat parah. Bahkan akibat kerusakan jalannya menyebabkan terjadinya kecelakaan dan sudah banyak memakan korban jiwa.

Untuk itu, FOI dan IMI mendesak pemerintah pusat beserta dinas/instansi terkait di tingkatannya agar segera melakukan perbaikan jalur pantura, minimal menambal lubang dan tidak muncul lubang lagi.

Hal ini berkaitan pula dengan Undang-undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bahwa penyelenggara jalan yang dalam hal ini pemerintah wajib segera dan patut untuk memperbaiki jalan rusak, terlebih sudah menyebabkan terjadinya kecelakaan.

\"Kondisi jalan pantura sampai saat ini sudah sangat membahayakan bagi pengguna jalan. Sudah banyak korban jiwa, ini harus diperhatikan. Dan kami dari insan otomotif  hanya bisa peduli dan cuma mampu menandai lubang jalan dari simpang Celeng sampai Patrol dengan cat putih agar pengendara tidak terjebak,\" tegas Joy.

Perwakilan FOI, Juniharto menambahkan, perbaikan jalan pantura sudah sangat mendesak, dan pemerintah harus segera meralisasikannya. Jika tidak, maka nyawa pengguna akan terus terancam dan dikhawatirkan menambah daftar nyawa melayang sia-sia akibat lubang jalan.

\"Langkah yang kami lakukan ini untuk mendesak pemerintah agar tidak diam. Jalan pantura ini jalur transportasi nasional yang harus mendapat perhatian lebih. Pemerintah jangan korbankan rakyatnya dengan jebakan lubang jalan,\" paparnya.

Sementara itu, sejumlah poster yang dibawa massa tersebut diantaranya bertuliskan kalimat desakan hingga pelampiasan kekesalan.

Seperti kalimat bertuliskan ancaman memblokir pantura jika tidak segera diperbaiki, ketakutan masyarakat pantura saat ini hanya pada lubang jalan, lubang jalan pantura antara rumah sakit dan kuburan, serta berbagai kalimat lainnya. (tar)

Sumber: