Anjlok, Pemberangkatan KA Molor Hingga 5 Jam

Anjlok, Pemberangkatan  KA Molor Hingga 5 Jam

CIREBON – Jadwal pemberangkatan Kereta Api (KA) di Daerah Operasi (Daop) III Cirebon pada Senin (31/10) mengalami keterlambatan hingga lima jam.
\"Stasiun
Stasiun Cirebon sepi. Foto: Sudirman/Rakyat Cirebon

Hal ini diakibatkan anjloknya KA barang di wilayah Subang pada Minggu (30/10) siang.

Dari data yang ada di Daop III Cirebon, sedikitnya 27 KA yang beroperasi mengalami keterlambatan pemberangkatan.

Untuk KA yang beroperasi menempuh jarak jauh mengalami keterlambatan hingga lima jam, sementara KA yang menempuh jarak menengah hanya mengalami keterlambatan dua jam.

Pasalnya, dengan adanya kejadian anjloknya KA barang tersebut, PT KAI hanya mengoperasikan satu jalur.

\"Keterlambatan paling parah sampai lima jam, dan ini untuk kereta jarak jauh seperti Surabaya-Jakarta. Hingga saat ini belum normal 100 persen,” kata Manajer Humas PT KAI Daop III Cirebon, Krisbiyanto kepada awak media, kemarin.

Dikatakan Kris, Minggu (30/10), tepatnya pukul 23.30 WIB, kedua jalur sudah bisa dilalui. Namun, khusus jalur arah Jakarta masih belum normal seperti biasanya.

Hal itu karena untuk arah Jakarta, kereta masih dibatasi kecepatannya akibat masih dalam perbaikan jalur.

Anjloknya KA barang itu, sambung Kris, disebut sebagai rintang jalan. Atas kejadian itu, PT KAI pun memberikan service recovery (SR) kepada para penumpang.

Pihaknya pun meminta maaf kepada para calon penumpang maupun penumpang atas keterlambatan dan ketidaknyaman yang ditimbulkan.

\"Kami minta maaf atas kejadian ini,\" tuturnya.

selain itu, sebanyak 150 penumpang kereta api yang berangkat melalui wilayah kerja PT KAI Daop 3 Cirebon memutuskan untuk melakukan refund tiketnya.

Refund tersebut dilakukan para penumpang setelah mengetahui adanya keterlambatan kereta.Pihak KAI Daops 3 Cirebon melakukan pengembalian tiket 100 persen.

Dia menjelaskan, pengembalian tersebut karena disadari akibat keterlambatan kereta yang dioperasikan PT KAI. \"Kebanyakan yang mengembalikan tiket itu penumpang jarak jauh. Kalau penumpang yang jarak menengah tidak seberapa,\" sebutnya.

Sementara penumpang KA Cirebon Ekspres dari Stasiun Gambir menuju Stasiun Cirebon, Wildan mengeluhkan atas keterlambatan jadwal keberangkatan KA pada Minggu (30/10) kemarin.

Dirinya mengaku kesal karena harus menunggu hampir enam jam KA Cirebon Ekspres di Stasiun Gambir.

KA yang seharusnya jadwal keberangkatan Cirebon Ekspres pukul 20.30, namun baru kereta baru diberangkatkan pukul 01.00 WIB dari Gambir.

Keberangkatan tersebut, kata dia, tidak menggunakan KA Cirebon Ekspres, karena pihak stasiun membolehkan para penumpang yang turun di Stasiun Cirebon untuk ikut gerbong KA Tegal Bahari.

\"Sudah enam lebih jam penumpang nunggu di Gambir. Semua kereta alami keterlambatan. Suasana stasiun kacau. Banyak yang batalin juga. Kalau yang bertahan kayak saya, harus mau nunggu berjam-jam,\" keluhnya.

Dirinya menambahkan, jadwal kedatangan yang seharusnya 23.39 di stasiun Cirebon, menjadi terlambat enam jam. Penumpang KA dari Gambir, baik yang Cirebon Ekspres atau Tegal Bahari tiba di Stasiun Cirebon Ekspres pada pukul 05.10.

\"Setibanya di stasiun Cirebon, sudah banyak penumpang yang nunggu Cirebon Ekspres ke Jakarta. Biar pun saya penumpang Cireks, tapi ikut rombongan Tegal Bahari. Coba kalau saya tetap milih Cireks. Sampai di Cirebon, jam 7 pagi mas,\" paparnya.

Sejauh ini, penyebab anjloknya kereta api barang 2515B di Subang masih dalam penyelidikan. Hasil pemeriksaan di tempat kejadian sendiri diketahui enam gerbong datar dari belakang rangkaian anjlok.

Dia mengatakan, pasca kejadian pusat pengendalian kereta api langsung menginformasikannya ke seluruh unit untuk menyesuaikan dan berkoordinasi dengan dinas terkait.

Evakuasi kereta yang anjlok di lokasi kejadian dilakukan dengan memanfaatkan crane seraya menerjunkan pula lokomotif penolong. (man)

Sumber: