Di Hadapan Staf Kemenkumham, Walikota Janji Sejahterakan Guru

Di Hadapan Staf Kemenkumham, Walikota Janji Sejahterakan Guru

CIREBON – Sumber Daya Manusia (SDM) harus dibekali dengan keilmuan dan keterampilan sebagai dasar untuk program jangka panjang dalam menyongsong era baru, yakni era Bonus Demografi Indonesia 2025.
\"Mayjen
Mayjen TNI Andrie Soetarno. Foto: Fajri/Rakyat Cirebon

Agar mampu memposisikan diri dalam era baru itu, SDM Kota Cirebon harus menjadi penunjang dari segi pendidikan, yang harus dipersiapkan mulai saat ini.

Mengingat saat ini potensi Kota Cirebon sangatlah mendukung, dari sektor perekonomian, pariwisata, budaya, dan kulinernya. Potensai daerah tersebut tentunya sangat disayangkan jika disia-siakan, karena persaingan akan dikalahkan oleh daerah lain bahkan dikuasai pihak asing.

Demikian yang disampaikan oleh Staf Ahli Bidang SDM dan Tekhnologi pada Menkopolhukam, Mayjen TNI Andrie Soetarno, kepada wartawan saat berkunjung ke Pemkot Cirebon, Rabu (31/8).

\"Sesuai dengan tupoksi di Kementrian, kita terus memantau dan menyikapi perkembangan bonus demografi yang ada di setiap daerah. Karena kedepan tantangan kita semakin berat. Sehingga jika generasi muda tidak dipersiapkan maka akan menjadi bomerang,\" terangnya.

Dirinya menerangkan, Kota Cirebon sendiri sebenarnya dari potensi yang dimiliki sangat besar, mulai dari ekonomi, tenaga kerja dan bidang pendidikan.

Hanya saja, tinggal bagaimana Pemkot mengemas dan mengelola manajemen untuk terus meningkatkan agar kedepannya lebih baik. Sehingga SDM yang ada bisa bersaing dimasa mendatang yang tantangannya semakin berat.

Menurutnya, pada tahun 2025 mendatang akan terjadi ledakan usia potensial di Indonesia, yakni usia 15 sampai 63 tahun.

Dijelaskan, usia tersebut akan mendominasi hingga lebih dari 70 persen. Sehingga, akan menjadi sesuatu yang sangat riskan, jika pada usia tersebut dengan jumlah yang dominan tanpa adanya pembekalan pendidikan dan keterampilan.

\"Saya telah berkunjung dan memantau ke sejumlah titik di Kota Cirebon. Mulai dari Keraton, Pelabuhan, pusat bisnis dan terakhir di Korem 062 SGJ dan lainnya. Ini sudah bagus dan merupakan modal dasar. Tinggal bagaimana kedepannya untuk mengembangkan potensi yang ada agar menjadi kondisi yang lebih baik yang bisa menghasilkan pemasukan bagi pembangunan,\" tuturnya.

Dirinya menambahkan, berdasarkan data demografi generasi yang sekarang masih berusia 3 sampai 5 tahun, akan berusia diatas 15 tahun. Begitu juga diatasnya.

\"Nah ini disebut dengan masa bonus demografi. Akan tetapi pengertian bonus disini apa bila jumlah penduduk usia potensial tersebut benar-benar memiliki bekal. Dalam artian pendidikan dan keterampilan yang bagus. Bisa jadi bencana kalau jumlah yang begitu banyak pada usia produktif, tapi tidak memiliki pendidikan dan keterampilan,\" jelasnya.

Sementara itu, Walikota Cirebon Nasrudin Azis menerangkan, untuk langkah persiapan kedepan bahwa pihaknya konsen mempersiapkan bekal pendidikan dan keterampilan serta akhlak bagi generasi masa depan tersebut.

Salah satunya adalah bagaimana mengoptimalkan peram serta guru sebagai sebagai tenaga pengajar dalam pendidikan di sekolah.

Namun menurut Azis, harus turut serta memperhatikan adalah kesejahteraan. Karena, tenaga pengajar dapat menjadikan seorang siswa yang baik.

\"Salah satunya adalah dengan memperhatikan kesejahteraannya. Bagaimana mau mengajar dengan optimal, kalau gurunya saja masih belum sejahtera. Oleh karenanya, salah satu point penting yang saya perhatikan dalam langkah memajukan pendidikan di Kota Cirebon adalah bagaimana memperhatikan kesejahteraan guru tadi,\" jelasnya.

Ia menambahkan untuk Kota Cirebon, saat ini tingkat pendidikan semakin membaik dari waktu ke waktu. Hal tersebut menurutnya dilihat dari indikator-indikator pencapaian yang diraih.

\"Alhamdulillah, kondisinya semakin membaik. Untuk pendidikan terus mengalami kemajuan dan perbaikan dari waktu ke waktu. Karena pencaipaian tahun sebelumnya lebih baik. Itu semua berkat kerja keras para pengajar, serta bagaimana orang tua ikut mendorong anak-anaknya untuk menuntut ilmu. Sehingga tantangan bonus demografi mendatang tidak menjadi kekhawatiran,\" bebernya. (man) 

Sumber: