Mengenal Fitur Master Zoom Ring di Xiaomi 17 Ultra Leica Edition, Inovasi Baru Fotografi Mobile
Mengenal Fitur Master Zoom Ring di Xiaomi 17 Ultra Leica Edition, Inovasi Baru Fotografi Mobile. Foto ilustrasi: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Dunia fotografi mobile baru saja dikejutkan dengan gebrakan terbaru dari Xiaomi melalui peluncuran seri tertingginya di akhir tahun 2025. Dari sekian banyak pembaruan spesifikasi yang ditawarkan, ada satu hal yang mencuri perhatian para antusias fotografi di seluruh dunia: Master Zoom Ring. Fitur ini bukan sekadar pemanis desain, melainkan sebuah pernyataan bahwa Xiaomi ingin mengembalikan "jiwa" memotret yang perlahan hilang akibat dominasi kecerdasan buatan pada layar sentuh.
Selama bertahun-tahun, kita terbiasa melakukan zoom dengan mencubit layar atau menekan tombol digital. Cara ini praktis, namun seringkali terasa hambar dan kurang presisi. Xiaomi 17 Ultra Leica Edition mencoba mendobrak tradisi tersebut dengan menghadirkan mekanisme cincin fisik yang melingkari modul kamera besarnya. Inovasi ini seolah membawa kita kembali ke era kejayaan kamera analog, di mana setiap putaran lensa memiliki bobot dan rasa yang autentik.
BACA JUGA:Xiaomi 17 Ultra Rilis di China: Intip Spesifikasi, Harga, dan Keunggulan Kamera Leica 200MP
Sensasi Taktil dalam Genggaman
Master Zoom Ring bukan sekadar hiasan kromatik. Cincin ini memiliki mekanisme haptic feedback yang sangat halus. Saat Anda memutarnya, Anda akan merasakan getaran mikro yang memberikan informasi presisi mengenai sejauh mana lensa bergerak. Ini memberikan kontrol yang jauh lebih intuitif dibandingkan menggeser jari di atas kaca layar yang licin.
Bagi seorang fotografer, kontrol fisik adalah segalanya. Dengan Master Zoom Ring, pengguna bisa mengatur titik fokus atau tingkat zoom secara manual dengan tingkat akurasi milimeter. Bayangkan Anda sedang melakukan street photography; alih-alih sibuk mengetuk layar yang terkadang luput, Anda cukup memutar cincin di bagian belakang untuk mendapatkan komposisi yang pas. Ini adalah bentuk ergonomi yang selama ini hanya bisa ditemukan pada kamera profesional seperti seri Leica M.
BACA JUGA:Panduan Memilih Kamera AI untuk Kreator Konten: Tips Kerja Cerdas di 2025
Lebih dari Sekadar Zoom
Menariknya, Xiaomi tidak membatasi fungsi cincin ini hanya untuk memperbesar objek. Melalui integrasi HyperOS 3.0, Master Zoom Ring ini bersifat programmable. Pengguna bisa mengubah fungsinya menjadi pengatur aperture (bukaan), kompensasi eksposur, atau bahkan untuk memilih filter Leica secara cepat. Fleksibilitas ini menjadikan Xiaomi 17 Ultra bukan lagi sekadar ponsel pintar dengan kamera bagus, melainkan sebuah kamera profesional yang kebetulan memiliki fitur telepon.
Integrasi dengan lensa periskop 200MP yang tertanam di dalamnya juga menjadi kunci. Karena Xiaomi 17 Ultra mendukung continuous optical zoom, putaran ring ini terasa sangat sinkron dengan pergerakan optik di dalam mesin. Tidak ada jeda atau patahan gambar saat berpindah dari satu titik fokus ke titik lainnya. Semuanya berjalan mulus, memberikan pengalaman sinematik yang luar biasa, terutama saat digunakan untuk merekam video.
BACA JUGA:Generative Fill Kamera 2025, Cara Baru Edit Foto Otomatis Tanpa Software
Mengapa Ini Penting bagi Masa Depan Fotografi Mobile?
Di saat kompetitor lain berlomba-lomba memperbesar angka megapiksel atau mengandalkan pemrosesan gambar berbasis AI (Computational Photography), Xiaomi memilih jalur yang berbeda. Mereka memahami bahwa fotografi adalah tentang pengalaman (experience). Master Zoom Ring adalah jembatan yang menghubungkan kemudahan teknologi digital dengan kepuasan mekanis.
Langkah ini juga mempertegas kemitraan strategis dengan Leica. Leica tidak hanya menyumbangkan profil warna atau pelapisan lensa, tetapi juga filosofi desain. Dengan balutan bodi yang kini lebih tipis namun kokoh, kehadiran ring fisik ini membuat Xiaomi 17 Ultra Leica Edition terasa sangat premium dan "berisi" saat dipegang.
Kesimpulan
Jujur saja, Xiaomi 17 Ultra Leica Edition lewat Master Zoom Ring-nya seolah sedang menyentil industri smartphone yang belakangan ini terasa membosankan dan terlalu bergantung pada "keajaiban" algoritma. Xiaomi sadar bahwa sebagus apa pun AI memperbaiki foto kita, kepuasan emosional saat memutar lensa secara manual tidak akan pernah bisa digantikan oleh bar geser di layar sentuh.
Inovasi ini adalah surat cinta bagi mereka yang merindukan sensasi memotret yang sesungguhnya, di mana jari jemari kita ikut bekerja, bukan sekadar menempel. Dengan desain yang lebih tipis namun tetap terasa kokoh, ponsel ini berhasil membuktikan bahwa teknologi canggih tidak harus selalu terasa kaku dan digital. Jika Anda adalah orang yang percaya bahwa fotografi adalah tentang proses dan rasa, maka Master Zoom Ring ini bukan sekadar fitur tambahan, melainkan alasan utama mengapa perangkat ini layak disebut sebagai kamera profesional yang bisa masuk ke saku celana Anda.(*)
Sumber: