HMI Kecam Praktek LGBT di Cirebon, Minta Pemda dan Aparat Bertindak Tegas
Ketua Umum HMI Cabang Cirebon, M Akramul Farhan menyatakan sikap HMI merespon video dugaan LGBT yang viral. FOTO: IST/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ikut mengutuk keras dan bersikap tegas atas beredarnya video viral yang dinarasikan bernuansa LGBT di salah satu tempat hiburan malam di wilayah Cirebon.
Ketua Umum HMI Cabang Cirebon, M Akramul Farhan menegaskan, sebagai organisasi kader umat dan bangsa yang berlandaskan nilai-nilai keislaman-keindonesiaan, HMI memandang bahwa segala bentuk kegiatan yang bernuansa LGBT tidak sejalan dengan nilai moral, norma sosial, serta kearifan lokal masyarakat Cirebon yang dikenal religius dan menjunjung tinggi etika sosial, sehingga HMI mengutuk keras.
"Kami harus menyikapi ini, karena ini tidak sejalan dengan nilai dan norma yang ada," tegas Farhan.
BACA JUGA:Hoax Pendaftaran CPNS dan PPPK Kemenag Tahun 2026: Simak Info Resminya!
Maka, lanjut Farhan, HMI menolak secara tegas segala bentuk kegiatan yang mengusung tema, simbol, atau kampanye yang berpotensi menormalisasi perilaku yang bertentangan dengan nilai agama, adat, dan budaya lokal.
Belum lagi, HMI menilai bahwa kegiatan yang benuansa LGBT ini berpotensi memicu keresahan, kegaduhan sosial, dan bahkan konflik horizontal di tengah masyarakat, dimana Cirebon adalah kota dengan sejarah keagamaan yang kuat, sehingga setiap kegiatan harus mempertimbangkan sensitivitas sosial dan keharmonisan masyarakat.
Merespon viralnya video ini, HMI juga menegaskan bahwa kebebasan berekspresi di Indonesia bukanlah kebebasan absolut, melainkan dibatasi oleh norma hukum, moral, dan ketertiban umum, dan hal ini sejalan dengan dasar HMI dalam berorganisasi, begitupun sebagaimana diatur dalam konstitusi dan peraturan perundang-undangan.
"Kebebasan ini tidak boleh dijadikan dalih untuk melanggar nilai sosial yang hidup dan dipegang oleh masyarakat," ujar Farhan.
Atas hal tersebut, kata Farhan, HMI mendesak Pemerintah Daerah serta aparat penegak hukum untuk melakukan pengawasan ketat terhadap izin kegiatan tempat hiburan malam.
"Kami juga meminta aparat menindak tegas apabila terdapat pelanggaran aturan, norma kesusilaan, dan ketertiban umum," kata Farhan.
Ia juga menegaskan komitmen untuk terus mengawal nilai-nilai moral, agama, dan budaya lokal, serta siap berada di garda terdepan dalam menjaga kondusivitas, ketertiban, dan marwah Daerah Cirebon.
"Kami mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, untuk bersama-sama menjaga ruang publik agar tetap kondusif, bermartabat, dan berlandaskan nilai luhur bangsa Indonesia. Apabila aspirasi ini tidak diindahkan, HMI siap mengambil langkah-langkah konstitusional dan demokratis sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku," imbuh Farhan. (sep)
Sumber: