Warga Benda Kerep Swadaya Bangun Bronjong di Bantaran Kali Benda
Masyarakat di RW 11 Benda Kerep gotong royong membuat bronjong dengan sumber daya seadanya, ajuannya kepada BBWS tak kunjung direalisasi. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Kesal karena keluhan dan ajuannya tak kunjung direalisasikan oleh Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Cimanuk-Cisanggarung, warga di Kelurahan Argasunya, terutama di RW 11 Benda Kerep yang berada di wilayah aliran Kali Benda bergotong royong membangun bronjong dengan anggaran swadaya.
Hal tersebut mereka lakukan, karena selalu dihantui kekhawatiran terjadi longsor setiap hujan besar dan debit air di Kali Benda meningkat, mengingat sepanjang kali Benda melintas di Kelurahan Argasunya ini, bantaran di kiri dan kanan merupakan tebing tinggi tanpa senderan atau tanggul.
Dengan anggaran swadaya dan seadanya, warga bergotong royong membangun bronjong sebagai upaya pencegahan longsor sekaligus penguatan tebing bantaran Kali Benda, karena kondisi bantaran Kali Benda hingga kini belum dilengkapi tanggul atau pengaman.
BACA JUGA:Pastikan Tak Ada Kendaraan Dinas yang Nunggak Pajak
Untuk diketahui, kontur kiri dan kanan Kali Benda ini merupakan tebing curam dengan ketinggian mencapai 10 meter, sementara di bagian atasnya berdiri permukiman warga.
Pekan kemarin, pembangunan bronjong dilakukan mandiri secara gotong royong, mulai dari pengadaan material hingga pengerjaan di lapangan.
Lurah Argasunya, Mardiansyah mengungkapkan bahwa wilayah Benda Kerep ini memiliki kontur tanah yang rawan longsor, termasuk bantaran Kali Benda, dan kondisi ini semakin berisiko ketika hujan deras disertai luapan air sungai.
BACA JUGA:Atap Enam Lokal Kantor Disnaker Ambruk, Puluhan Komputer Rusak
"Bronjong ini dibuat agar tidak terjadi longsor, apalagi saat hujan deras, ketika luapan air sungai bisa mencapai permukiman warga," ungkap Mardiansyah, Sabtu (24/01).
Keterbatasan anggaran yang kerap menjadi alasan BBWS, lanjut Mardiansyah, tidak bisa menghilangkan rasa khawatir warga di sekitar bantaran Kali Benda akan terjadi longsor yang mengancam saat hujan deras.
Kondisi ini membuat warga terpaksa bergerak secara mandiri dan sukarela untuk melakukan langkah-langkah antisipatif.
BACA JUGA:Resmi Meluncur di Indonesia, Hyundai New CRETA Kini Pakai Mesin Turbo
Untuk material bronjong, warga menggunakan bahan seadanya, seperti ban bekas, yang diperoleh dari sumbangan para alumni Pondok Pesantren Benda Kerep, sementara untuk kebutuhan lainnya berasal dari swadaya masyarakat sekitar.
"Kami berharap pembangunan bronjong ini bisa memberikan rasa aman bagi warga, khususnya saat curah hujan tinggi," jelas Mardiansyah.
Sumber: