Tradisi Megengan, Warisan Budaya Penuh Makna Dan Do'a Jelang Bulan Suci Ramadan.
Tradisi Megengan, Warisan Budaya Penuh Makna Jelang Bulan Suci Ramadan.-Ilustrasi AI-Gemini-rakyatcirebon.disway.id
CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.ID- Dengan semangat dan sambutan hangat dalam menyambut bulan suci ramadan, masyarakat jawa memiliki satu tradisi unik yang masih dilakukan sampai sekarang yaitu megengan.Kata "megeng" sendiri artinya menahan diri, seperti pengingat kalau sebentar lagi akan memasuki bulan ramadan, dimana harus lebih kuat dalam menahan hawa nafsu.
Tradisi megengan ini bukan sekadar makan bersama, namun menjadi lambang untuk memeperingati atau menyambut bulan yang penuh ampunan. Megengan biasanya dilakukan 1 hari sebelum 1 ramadan di masjid, mushola, atau di rumah masing-masing bersama keluarga atau kerabat.
BACA JUGA:Hampers Hemat Untukmu! Promo Indomaret Spesial Sambut Ramadan 2026.
Makna dari kata megengan berhubungan dengan bagaimana kita menahan hawa nafsu sebelum menjalankan ibadah puasa dengan khusyuk. Tradisi ini sangat identik, terutamapada saat pembagian nasi berkat atau makanan pasar lainnya seperti apem.
Kenapa Kue Apem?
Kue apem dipercayai berasal dari kata "afwan" yang memiliki arti maaf, hal ini melambangkan sikap saling memaafkan sesama sebelum ramadan datang. Selain di adakanya makan bersama, magengan sendiri diisi dengan doa dan tahlil bersama sebagai bentuk syukur dan permohonan kepada Allah SWT agar tetap di berikan kelancaran dalam menjalankan ibadah puasa.
BACA JUGA:4 Bacaan Doa Megengan Puasa Lengkap: Arab, Latin, dan Artinya yang Menyentuh Hati
Adapun beberapa doa yang biasa diamalkan dalam tradisi magengan antara lain, sebagai berikut:
1. Doa Memohon Kelancaran di Bulan Ramadan
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: "Ya Allah, berkahilah kami di bulan Sya'ban dan sampaikanlah kami pada bulan Ramadan".
2. Doa Memohon Ampunan
اللَّهُمَّ اغْفِرْلِي ذُنُوبِي وَلِوَالِدَيَّ وَارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
Artinya: "Ya Allah, ampunilah dosaku dan dosa kedua orang tuaku, serta sayangila mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu kecil".
Sumber: