Debut di All England 2026, Raymond/Joaquin Langsung Singkirkan Ganda Korea Lewat Rubber Game
Debut di All England 2026, Raymond/Joaquin Langsung Singkirkan Ganda Korea Lewat Rubber Game. Foto: PBSI/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Panggung prestisius All England 2026 menjadi saksi lahirnya potensi besar ganda putra muda Indonesia.
Pasangan Raymond Indra/Nikolaus Joaquin berhasil menandai debut mereka di turnamen tertua di dunia ini dengan hasil gemilang.
Tampil di Utilita Arena Birmingham pada Rabu (4/3), Raymond/Joaquin sukses melaju ke babak 16 besar setelah menundukkan wakil Korea Selatan, Kang Min Hyuk/Ki Dong Ju.
Kemenangan ini tidak diraih dengan mudah. Melalui duel ketat yang menguras fisik dan mental selama 64 menit, pasangan peringkat baru Indonesia ini menang dengan skor akhir 17-21, 21-12, dan 21-19.
BACA JUGA:Gloria Widjaja/Terry Hee Paksa Unggulan 1 China Main Rubber Game di All England 2026
Jalannya Pertandingan
Memasuki gim pertama, Raymond/Joaquin tampak masih melakukan adaptasi dengan atmosfer lapangan. Ketegangan debut di turnamen level Super 1000 terlihat dari beberapa kesalahan sendiri yang mereka lakukan.
Sebaliknya, Kang/Ki yang tampil lebih tenang berhasil mendominasi permainan depan net dan menutup gim pertama dengan keunggulan 21-17.
Namun, memasuki gim kedua, situasi berbalik. Raymond/Joaquin mulai menemukan ritme permainan cepat yang menjadi ciri khas mereka.
Penempatan bola yang akurat dari Joaquin serta smes keras Raymond berkali-kali menembus pertahanan rapat ganda Korea. Mereka melesat jauh dan memaksa terjadinya rubber game setelah mengunci gim kedua dengan skor meyakinkan 21-12.
BACA JUGA:Leo/Bagas Gagal Melaju ke 16 Besar All England 2026 Usai Hadapi Gempuran Wakil Taiwan
Gim pamungkas menjadi puncak ketegangan. Kedua pasangan saling kejar-mengejar angka hingga kedudukan imbang 19-19. Di poin kritis inilah, keberanian Raymond/Joaquin diuji.
Sebuah spekulasi flick serve yang dilepaskan Joaquin berhasil mengecoh lawan dan memberikan match point. Pertandingan akhirnya ditutup dengan kemenangan Indonesia setelah pengembalian pemain Korea menyangkut di net.
Kunci Kemenangan: Adaptasi dan Keberanian
Dilansir dari website resmi PBSI, Raymond Indra mengakui bahwa kendala utama di gim pertama adalah faktor teknis lapangan. "Di gim pertama kami agak kesulitan mengontrol bola karena posisi lapangan yang kalah angin. Namun di gim kedua dan ketiga, kami mencoba lebih berani menyerang dan tidak membiarkan lawan berkembang," ujarnya.
Joaquin menambahkan bahwa kemenangan di poin-poin tua adalah murni masalah mental. "Kami hanya berpikir untuk memasukkan bola. Saat poin 19-19, kami sepakat untuk bermain spekulatif dan syukurlah strategi itu berhasil," kata Joaquin.
Sumber: