Arus Balik Gelombang Dua akan Muncul

Arus Balik Gelombang Dua akan Muncul

POSKO LEBARAN. Walikota Cirebon, Effendi Edo sedang meninjau Posko Dishub di Dispusip Kota Cirebon.-FOTO: INDAH TRI SUTONO/RAKYAT CIREBON-

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, CIREBON - Posko mudik yang didirikan oleh Dinas Perhubungan Kota Cirebon dipastikan akan mengakhiri masa operasionalnya pada 30 Maret 2026.

Posko tersebut sebelumnya berfungsi sebagai pusat layanan dan pemantauan arus mudik serta balik selama periode libur panjang Lebaran.

Posko mudik tersebut ditempatkan di beberapa titik strategis di wilayah Kota Cirebon, terutama di jalur pantura yang menjadi lintasan kendaraan dari arah Jakarta menuju Jawa Tengah dan sebaliknya.

Keberadaan posko ini juga dilengkapi dengan fasilitas pendukung seperti layanan kesehatan, serta area istirahat.

BACA JUGA:GP Ansor Kabupaten Cirebon Resmikan 7 Posko Mudik Banser di Jalur Pantura

Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Cirebon, Andi Armawan menyampaikan, operasional posko mudik Lebaran Idul Fitri 1447 H akan berakhir pada tanggal 30 sesuai dengan rencana kegiatan yang telah ditetapkan.

“Posko Lebaran kami akan berakhir pada tanggal 30, sesuai dengan arahan dari pusat,” ujarnya, Jumat (27/3).

Sementara itu, untuk intensitas pemudik pada momen arus balik Lebaran ini, ia menjelaskan, hingga saat ini jalur Pantura masih terpantau tinggi.

Bahkan hingga pada momen terakhir pemantauan, arus kendaraan masih terbilang padat dan diperkirakan masih banyak pemudik yang belum kembali ke kota asal.

BACA JUGA:BPBD Kuningan Siagakan Posko Mudik Lebaran 2026, Waspadai Jalur Rawan Bencana

“Sampai dengan tadi malam itu masih penuh, kemudian diperkirakan juga masih ada yang belum balik,” jelasnya.

Berdasarkan prediksi Dishub Kota Cirebon, momen arus balik Lebaran tahun ini terjadi dalam dua tahap.

Tahap pertama berlangsung pada tanggal 23-24 Maret 2026, yang didominasi oleh aparatur sipil negara (ASN) dan pekerja yang mulai masuk kerja pada tanggal 25 Maret 2026.

Sementara tahap kedua diperkirakan terjadi pada tanggal 28-29 Maret 2026, seiring kembalinya mahasiswa dan pelajar yang akan memulai aktivitas pada awal pekan.

BACA JUGA:Telkomsel Buka Posko Layanan SIAGA di Masjid Raya At-Taqwa Cirebon

“Nah, prediksi memang di awal kan arus balik itu terjadi dua tahap. Tahap pertama itu kemarin tanggal 23-24 Maret 2026. Nah nanti yang terakhir 28-29 Maret 2026,” ungkap Andi.

Meski belum dapat memastikan potensi kemacetan secara rinci, Andi menyebut pihaknya telah menyiapkan langkah antisipasi.

Berdasarkan perhitungan sementara, sekitar 48 persen pemudik masih belum kembali hingga pemantauan terakhir.

“Kalau hitungan kami ya, masih ada tersisa sampai dengan tadi pagi sekitar 48 persen lagi yang belum kembali,” tuturnya.

Sebagai langkah antisipasi kepadatan lalu lintas, kata Andi, Dishub Kota Cirebon menerapkan rekayasa lalu lintas berupa penambahan durasi lampu merah di sejumlah persimpangan.

Jika biasanya durasi lampu merah sekitar 65 detik, kini ditingkatkan menjadi 90 detik untuk mengurai antrean kendaraan.

“Antisipasi kami masih menggunakan pola yang kemarin, yaitu untuk lampu merah kita naikkan durasinya dari 65 menjadi 90 detik,” katanya.

Ia menambahkan, pengelolaan arus lalu lintas selama periode arus balik ini juga masih terintegrasi dengan pengamanan dari pihak kepolisian melalui posko yang berkelanjutan.

“Dengan durasi 90 detik itu, kami melihat sampai tadi malam saat lampu hijau antrean sudah kosong,” tambahnya.

Sumber:

Berita Terkait