Perbaikan Jalan Jadi PR setelah Lebaran
RUSAK. Salah satu jalan rusak di Kota Cirebon yang belum tersentuh perbaikan oleh pemkot. Ini menjadi pekerjaan rumah setelah Lebaran.-INDAH TRI SUTONO-RAKYAT CIREBON
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, CIREBON - Masa libur Lebaran telah usai. Namun Pemerintah Kota Cirebon masih dihadapkan pada pekerjaan rumah besar terkait infrastruktur jalan. Sejumlah ruas jalan di kota ini dilaporkan mengalami kerusakan. Mulai dari retakan hingga lubang besar yang berpotensi membahayakan pengguna jalan.
Keterbatasan anggaran menjadi kendala utama, sehingga perbaikan menyeluruh belum dapat dilakukan dalam waktu dekat.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kota Cirebon, Rachman Hidayat menjelaskan, pihaknya telah melakukan pemeliharaan rutin menjelang Idulfitri 1447 Hijriah guna mendukung kelancaran arus mudik. Namun, setelah Lebaran, fokus pemerintah beralih pada penyusunan rencana perbaikan lanjutan.
“Pemeliharaan rutin tetap berjalan. Tapi untuk perbaikan besar seperti di Jalan Cipto, Garuda, Kemuning, dan Pancuran, saat ini masih dalam tahap perencanaan,” jelasnya saat ditemui Rakyat Cirebon, Kamis (26/3).
Rachman mengungkapkan, total panjang jalan di Kota Cirebon mencapai sekitar 139 kilometer. "Dari jumlah tersebut, sekitar 91 persen dalam kondisi mantap, sementara sekitar 8 hingga 9 persen atau belasan kilometer lainnya masih membutuhkan penanganan serius," ungkapnya.
BACA JUGA:Trafik Data Naik Lebih Dari 20% jadi Bukti Keandalan Jaringan Indosat Layani Jutaan Pemudik
BACA JUGA:Dewan Hantarkan Raperda Data Desa Presisi Partisipatif
Menurutnya, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus menentukan skala prioritas dalam melakukan perbaikan. Untuk menyelesaikan seluruh perbaikan jalan, dibutuhkan anggaran yang tidak sedikit.
“Kalau ingin menuntaskan seluruh perbaikan jalan, dibutuhkan anggaran sekitar Rp80 miliar sampai Rp100 miliar. Itu baru untuk jalan, belum termasuk drainase, trotoar, dan jembatan,” tambahnya.
Sementara itu, salah satu proyek yang menjadi perhatian adalah perbaikan jembatan di wilayah Cikalong Rinjani yang diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp15 miliar. Saat ini, Pemkot Cirebon tengah mengupayakan dukungan pendanaan dari pemerintah pusat maupun provinsi.
Namun, bantuan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat tahun ini difokuskan untuk perbaikan Jalan Kartini dengan nilai sekitar Rp4,4 miliar menggunakan metode hotmix.
BACA JUGA:DPRD Bahas Raperda Perlindungan Koperasi dan UMKM, DKUKMPP Beri Apresiasi
BACA JUGA:Tiga Raperda Disahkan Dewan Pasca Lebaran
Selain itu, perbaikan jalan di kawasan Argasunya menuju pondok pesantren juga telah direncanakan. Ruas sepanjang 300 hingga 400 meter tersebut akan dibetonisasi guna meningkatkan daya tahan jalan.
Untuk tahun ini, anggaran pemeliharaan jalan di Kota Cirebon berada di kisaran Rp9 miliar hingga Rp10 miliar. Anggaran tersebut difokuskan pada perawatan rutin dan perbaikan terbatas, meski nilainya mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Dengan kondisi anggaran yang ada, kami tetap berupaya maksimal. Yang terpenting adalah penanganan prioritas agar manfaatnya bisa langsung dirasakan masyarakat,” pungkasnya. (its)
Sumber: