Perkiraan Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi Datang Lebih Awal dan Lebih Kering

Perkiraan Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi Datang Lebih Awal dan Lebih Kering

Perkiraan Musim Kemarau 2026: BMKG Prediksi Datang Lebih Awal dan Lebih Kering. Foto: Pinterest/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) secara resmi telah merilis laporan terbaru mengenai perkiraan musim kemarau tahun 2026 di Indonesia.

Dalam rilis pers yang dikeluarkan awal Maret ini, terdapat peringatan dini bagi masyarakat dan pemerintah daerah untuk bersiap menghadapi fenomena iklim yang diprediksi akan datang lebih awal dengan intensitas curah hujan yang jauh lebih rendah atau lebih kering dari rata-rata normalnya.

Pergeseran Waktu Kedatangan Musim Kemarau

BACA JUGA:Panduan Wisata Libur Lebaran di Kuningan: Rute One Day Trip Terbaru dan Jalur Alternatif 2026

Berdasarkan analisis data dari ribuan Zona Musim (ZOM) di seluruh Indonesia, periode transisi dari musim hujan ke musim kemarau dipastikan akan terjadi lebih cepat pada tahun ini.

Jika biasanya sebagian besar wilayah Indonesia baru memasuki kemarau pada bulan Mei atau Juni, untuk tahun 2026 ini, sekitar 16,3% wilayah sudah akan mulai merasakan penurunan curah hujan signifikan sejak bulan April.

Beberapa wilayah yang diprediksi menjadi gerbang masuknya musim kemarau lebih awal meliputi Nusa Tenggara, sebagian Jawa Timur, pesisir utara Jawa bagian barat, hingga sebagian wilayah di Kalimantan Selatan.

Pergeseran ini dipicu oleh mulai melemahnya Monsun Asia (Angin Baratan) yang digantikan oleh dominasi Angin Timuran (Monsun Australia) yang membawa massa udara kering.

BACA JUGA:10 Tempat Wisata Libur Lebaran di Kuningan 2026 yang Ramah Anak dan Keluarga

Puncak Kemarau Agustus 2026: Lebih Kering dan Lebih Panjang

Hal yang paling ditekankan dalam laporan terbaru ini adalah sifat musim kemarau yang cenderung "Bawah Normal".

Artinya, curah hujan yang turun selama musim kemarau 2026 diprediksi akan sangat minim dibandingkan rata-rata klimatologis periode 1991-2020.

Puncak musim kemarau diproyeksikan akan terjadi pada Agustus 2026 untuk sebagian besar wilayah Indonesia, yang mencakup sekitar 61,4% wilayah di tanah air.

Tidak hanya lebih kering, durasi musim kemarau tahun ini juga diperkirakan akan berlangsung lebih panjang dari biasanya, sehingga berpotensi memicu risiko kekeringan meteorologis di berbagai sektor, terutama pertanian dan pemenuhan kebutuhan air bersih.

BACA JUGA:Promo Super Indo Rayakan Murahnya THR Meriah Periode 05-11 Maret 2026. Daging Rendang Hanya Rp14.490.

Langkah Mitigasi dan Antisipasi Sektor Strategis

Menyikapi perkiraan musim kemarau yang cukup ekstrem ini, langkah mitigasi menjadi sangat krusial.

Sumber: