Arus Mudik 2026, Dishub Kuningan Perketat Ramp Check dan Pengawasan ODOL

Arus Mudik 2026, Dishub Kuningan Perketat Ramp Check dan Pengawasan ODOL

Arus Mudik 2026, Dishub Kuningan Perketat Ramp Check dan Pengawasan ODOL.-(Bubud Sihabudin-Rakyat Cirebon)

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID, KUNINGAN - Pemerintah Kabupaten Kuningan melalui Dinas Perhubungan (Dishub) menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk mengantisipasi lonjakan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026. Sejumlah titik pengamanan, pengaturan lalu lintas, hingga jalur alternatif menuju kawasan wisata disiapkan guna memastikan mobilitas masyarakat tetap aman dan lancar.

Kepala Dishub Kabupaten Kuningan, H. Mochamad Nurdijanto, SH,. M. Si., mengatakan persiapan menghadapi arus mudik telah dilakukan sejak dini melalui koordinasi lintas instansi, termasuk dengan Polres Kuningan dan sejumlah lembaga terkait.

Menurutnya, pengaturan lalu lintas difokuskan pada jalur-jalur utama yang kerap dilalui pemudik dari berbagai daerah seperti Bandung, Bekasi, hingga Cikampek yang menuju wilayah Kuningan maupun melintas ke daerah lain.

“Koordinasi terus kami lakukan agar arus kendaraan dapat terkendali. Tujuannya tentu untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik,” ujarnya saat menjadi narasumber dalam salahsatu program  di Command Center Diskominfo Kuningan, Rabu (11/3).

Selain jalur utama, Dishub juga memberi perhatian khusus terhadap kawasan wisata yang diprediksi mengalami lonjakan kunjungan selama libur Lebaran. Beberapa destinasi seperti Palutungan, Linggarjati, dan Waduk Darma diperkirakan kembali menjadi magnet wisatawan.

Pengalaman tahun sebelumnya menunjukkan tingginya minat wisatawan. Di kawasan Palutungan saja, jumlah pengunjung pernah mencapai sekitar 16 ribu orang dalam satu periode libur panjang.

Untuk mengurai potensi kepadatan kendaraan, Dishub menyiapkan sejumlah jalur alternatif menuju kawasan wisata, di antaranya melalui Cisantana, Cipari, hingga jalur menuju kawasan Puncak Kuningan.

“Jalur alternatif ini disiapkan agar arus kendaraan tidak menumpuk di satu titik dan kemacetan dapat dihindari,” jelasnya.

Di sisi lain, Dishub juga meningkatkan aspek keselamatan transportasi dengan melakukan pemeriksaan kelayakan kendaraan atau ramp check terhadap bus yang akan beroperasi selama masa angkutan Lebaran.

Pemeriksaan mencakup berbagai komponen teknis seperti sistem pengereman, lampu kendaraan, serta kelengkapan keselamatan lainnya. Bus yang dinyatakan laik jalan akan diberi stiker khusus sebagai tanda telah melalui proses pengecekan.

Pengawasan terhadap kendaraan Over Dimension Over Load (ODOL) juga akan diperketat, terutama pada periode H-5 hingga H+4 Lebaran. Langkah ini dilakukan untuk meminimalkan potensi gangguan lalu lintas serta menekan risiko kecelakaan di jalan.

Sebagai bagian dari pengamanan arus mudik, Dishub bersama TNI, Polri, Dinas Kesehatan, dan BPBD akan mendirikan 7 posko pengamanan di sejumlah titik strategis. Posko tersebut berada di wilayah Cilimus, Kadugede, Ciawi, Cibingbin, kawasan Tugu Ikan, Taman Kota Kuningan, serta Terminal Tipe A Kertawangunan.

Di setiap posko akan ditempatkan petugas gabungan yang bersiaga selama 24 jam. Layanan kesehatan dari puskesmas terdekat juga disiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat yang dialami pemudik.

Tak hanya itu, Dishub juga menyiapkan kantong parkir tambahan di sekitar kawasan wisata. Langkah ini dilakukan dengan menggandeng masyarakat yang memiliki lahan kosong agar kendaraan wisatawan tidak menggunakan bahu jalan.

Sumber: