Serap Ribuan Tenaga Kerja, Proyek Kampung Nelayan 2026 Prioritaskan SDM Lokal
Serap Ribuan Tenaga Kerja, Proyek Kampung Nelayan 2026 Prioritaskan SDM Lokal. Foto: pthc/ Rakyatcirebon.disway.id--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Pemerintah terus memacu transformasi kawasan pesisir melalui pengembangan Kampung Nelayan Modern (Kalamo) di berbagai titik strategis Indonesia.
Memasuki tahun 2026, proyek ini diproyeksikan menjadi mesin baru penggerak ekonomi kerakyatan dengan menyerap ribuan tenaga kerja.
Menariknya, rekrutmen kali ini menempatkan sumber daya manusia (SDM) lokal sebagai prioritas utama untuk mengisi berbagai posisi strategis dan operasional di kawasan tersebut.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa modernisasi infrastruktur laut tidak hanya berdampak pada fisik kawasan, tetapi juga secara langsung meningkatkan taraf hidup masyarakat pesisir setempat melalui penyediaan lapangan kerja yang luas.
BACA JUGA:Pemerintah Buka Lowongan 30 Ribu Manajer Kopdes Merah Putih, Pendaftaran Berakhir 24 April
Fokus pada Pemberdayaan Masyarakat Pesisir
Berbeda dengan proyek pembangunan konvensional, pengembangan Kampung Nelayan Modern kali ini menekankan pada aspek keberlanjutan dan kemandirian.
Fokus utamanya adalah mengubah pola kerja nelayan tradisional menjadi lebih terstruktur dan berorientasi pasar.
Oleh karena itu, dibutuhkan banyak tenaga kerja mulai dari tenaga pengolahan ikan, teknisi mesin pendingin (cold storage), hingga manajemen distribusi.
Kementerian terkait menegaskan bahwa keterlibatan warga lokal sangat krusial.
Penduduk asli desa pesisir diharapkan tidak hanya menjadi penonton, melainkan motor penggerak utama dalam mengelola fasilitas modern seperti dermaga tambat labuh, pabrik es, hingga pusat kuliner yang terintegrasi di dalam kawasan tersebut.
BACA JUGA:Bulog Cirebon Distribusikan 50 Ribu Liter Minyakita Demi Stabilitas Harga
Beragam Posisi dan Peluang yang Tersedia
Proyek Kampung Nelayan 2026 membuka peluang bagi berbagai latar belakang pendidikan dan keahlian.
Beberapa posisi yang menjadi prioritas dalam rekrutmen tahun ini meliputi:
- Tenaga Fasilitator Desa Pesisir: Bertugas melakukan pendampingan manajemen kepada kelompok nelayan.
- Operator Sarana Prasarana: Mengelola operasional pabrik es dan gudang beku (cold storage) untuk menjaga kualitas tangkapan.
- Pengelola Unit Usaha: Fokus pada pengembangan pemasaran produk olahan hasil laut secara digital.
- Tenaga Administrasi dan Kebersihan Kawasan: Memastikan ekosistem Kampung Nelayan tetap tertata dan profesional.
Pelatihan teknis secara intensif juga akan diberikan kepada para pekerja lokal yang lolos seleksi agar mereka memiliki kompetensi standar nasional dalam mengoperasikan alat-alat modern yang telah disediakan oleh pemerintah.
Menciptakan Kemandirian Ekonomi Lokal
Sumber: