Sekda Mangkir di Paripurna, Hasan Basori Soroti Krisis Komitmen Eksekutif
KRITIK. Wakil Ketua DPRD, Hasan Basori melontarkan kritik tajam atas ketidakhadiran Sekda dalam Paripurna, Kamis (30/4). FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID — Rapat paripurna DPRD Kabupaten Cirebon, Kamis (30/4), yang seharusnya menjadi forum sakral evaluasi kinerja pemerintah daerah, berubah panas. Bukan karena perdebatan substansi, melainkan karena absennya sosok kunci. Sekretaris Daerah (Sekda), Hendra Nirmala.
Di tengah agenda krusial “Penyampaian Rekomendasi terhadap LKPJ Bupati Tahun Anggaran 2025”, kursi Sekda kembali kosong. Kondisi ini langsung memantik kemarahan legislatif.
Bupati Cirebon, Drs H Imron MAg, memang absen karena masih menjalani pemulihan pascaoperasi. Namun, ketidakhadiran Sekda tanpa penjelasan. Dianggap sebagai bentuk pengabaian terhadap forum resmi negara.
Wakil Ketua DPRD, HR Hasan Basori SE MSi tak lagi berbicara normatif. Di hadapan forum, ia melontarkan kritik keras yang terasa seperti alarm bahaya bagi disiplin birokrasi.
“Kalau bupati tidak hadir, itu kami maklumi. Tapi sekda? Ini bukan agenda seremonial. Ini forum penting untuk arah kebijakan ke depan,” tegasnya, tajam.
Lebih jauh, Hasan membongkar fakta yang dinilai lebih serius. Absennya Sekda bukan kejadian tunggal, melainkan pola yang berulang. “Ini bukan pertama kali. Hampir setiap paripurna, saya lihat sekda jarang hadir,” sentilnya.
Pernyataan itu mempertegas masalahnya bukan lagi soal teknis kehadiran. Melainkan menyangkut komitmen jabatan. Terlebih, dalam situasi ketika kepala daerah berhalangan, Sekda seharusnya tampil sebagai representasi utama eksekutif.
BACA JUGA:2026 Pemkab Cirebon Gelar Lelang Dini, Hendra Nirmala: Fokus Percepatan Infrastruktur Jalan
Namun yang terjadi justru sebaliknya. Forum strategis legislatif berlangsung tanpa figur kunci yang semestinya menjadi penghubung utama antara kebijakan dan pelaksanaan.
Kondisi ini makin diperparah dengan absennya mayoritas kepala SKPD. Banyak yang hanya diwakilkan, bahkan sebagian tidak hadir sama sekali. Paripurna yang seharusnya menjadi ruang akuntabilitas berubah menjadi formalitas yang kehilangan makna.
Kang Hasan--sapaan akrabnya memang menyampaikan apresiasi. Namun apresiasi yang disampaikan bernada sindiran. “Terima kasih kepada yang hadir, meskipun mayoritas tidak hadir atau hanya diwakilkan,” ujarnya.
Usai paripurna, Wakil Bupati Cirebon, H Agus Kurniawan Budiman, mencoba meredam situasi. Ia tidak membantah kritik DPRD, namun memilih jalur diplomatis.
“Insya Allah akan kami tegur Pak Sekda, supaya ke depan lebih aktif hadir di paripurna,” ujarnya singkat.
Ia menegaskan, absennya Bupati masih dalam batas wajar. Karena alasan kesehatan. Namun untuk Sekda, tidak ada penjelasan yang diterima pihaknya.
“Kalau Pak Bupati memang pemulihan. Tapi Pak Sekda, kami juga tidak menerima keterangan. Nanti akan kami tegur,” tandasnya. (zen)
Sumber: