KDM Tegaskan Keraton di Cirebon Harus Dirawat dan Dijaga, Bukan Dijual!

KDM Tegaskan Keraton di Cirebon Harus Dirawat dan Dijaga, Bukan Dijual!

Gubernur Jawa Barat, KDM ketika berada di lokasi finish Minangkala Tatar Sunda di Kota Cirebon.-ISTIMEWA/RAKYAT CIREBON-

CIREBON, RAKYATCIREBON.DISWAY.IDGubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi mengajak masyarakat untuk bersama-sama merawat dan menjaga Keraton di CIREBON sebagai warisan budaya dan pusat peradaban Sunda, bukan menjadikannya sekadar objek komersial.

Ajakan tersebut disampaikan saat memberikan sambutan pada acara Milangkala Tatar Sunda yang digelar meriah di Alun-Alun Sangkala Buana, Kota Cirebon, Minggu (10/5) malam.

Kegiatan yang dihadiri para sultan dari Keraton Kasepuhan, Kanoman, Kacirebonan, dan Kaprabonan itu, Dedi menegaskan, keberadaan keraton di Cirebon memiliki nilai sejarah dan budaya yang harus dijaga keberlangsungannya.

“Sekali lagi saya bertanggung jawab terhadap seluruh pembangunan wilayah keraton yang ada di Cirebon ke depan dengan satu catatan, siapapun ingin merawat dan memelihara, bukan menjual. Kita bukan menjual keraton, kita merawat keraton,” tegasnya.

Menurutnya, kawasan keraton di Cirebon harus kembali ditata seperti masa lalu agar mampu menghadirkan suasana historis yang kuat sekaligus menjadi pusat budaya yang membanggakan masyarakat.

Sehingga, Ia menginginkan kawasan Keraton di Cirebon memiliki lingkungan yang bersih, tertata, serta terhubung dengan jalur sungai dan kawasan pesisir sehingga dapat mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui sektor budaya dan pariwisata.

“Kalau keraton ini tertata rapi, jalan-jalannya bersih, trotoarnya terbentang indah, sungai-sungainya jernih, kemudian antara sungai dengan keraton tersambung lagi dengan laut, maka peradaban akan terbangun. Saya ingin Cirebon berdiri tegak dan gagah sebagai pusat budaya yang hidup serta mampu menggerakkan ekonomi melalui pariwisata dan kebudayaan,” ujarnya.

KDM juga menyoroti pentingnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan dan merawat lingkungan sekitar kawasan budaya karena semangat pengabdian harus diwujudkan melalui tindakan nyata seperti menjaga kebersihan dan merawat fasilitas umum.

“Ciri mengabdi itu adalah memelihara, merawat, dan menjaga. Itu caranya,” tambahnya.

Selain itu, Dedi juga mengungkapkan komitmennya untuk mendukung penataan kawasan keraton di Cirebon agar menjadi destinasi budaya yang tertata dan menarik bagi wisatawan.

“Kita ingin Cirebon berdiri tegak dan gagah sebagai pusat budaya yang membanggakan,” pungkasnya. (its)

Sumber:

Berita Terkait