Apa Itu Hari Tasyrik? Pengertian, Larangan, dan Amalan yang Dianjurkan

Apa Itu Hari Tasyrik? Pengertian, Larangan, dan Amalan yang Dianjurkan

Apa Itu Hari Tasyrik? Pengertian, Larangan, dan Amalan yang Dianjurkan. Foto: disway.id/Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Kemeriahan perayaan Hari Raya Idul Adha biasanya tidak langsung meredup begitu saja setelah hari pemotongan hewan kurban selesai.

Bagi umat Muslim, nuansa sakral dan penuh berkah ini sebenarnya masih berlanjut selama tiga hari ke depan. Waktu paruh kedua pascalebaran kurban inilah yang di dalam syariat Islam dinamakan sebagai hari tasyrik.

Meskipun sering mendengar istilah ini setiap tahunnya, sebagian dari kita mungkin belum memahami sepenuhnya makna mendalam di balik hari-hari istimewa tersebut.

Mengapa waktu yang singkat ini begitu dihormati dalam Islam, dan apa saja batasan serta hal produktif yang bisa kita lakukan?

BACA JUGA:Niat Puasa Tarwiyah dan Arafah 2026, Lengkap dengan Tata Cara Melaksanakannya

Artikel berikut akan membahas mengenai pengertian, larangan yang berlaku, serta deretan amalan dianjurkan sepanjang hari tasyrik agar kita tidak kehilangan momentum berburu pahala.

Pengertian Hari Tasyrik secara Bahasa dan Istilah

Secara kalender Hijriah, hari tasyrik jatuh pada tanggal 11, 12, dan 13 pada bulan Zulhijah. Artinya, momen ini berlangsung tepat setelah umat Muslim merayakan Idul Adha pada tanggal 10 Zulhijah.

Jika ditinjau dari sisi kebahasaan, kata "tasyrik" memiliki akar kata yang berarti "matahari terbit" atau "menjemur sesuatu di bawah terik matahari".

Mengapa istilah menjemur ini melekat pada hari raya? Sejarahnya bermula dari tradisi masyarakat Arab jahiliah dan awal masa Islam.

BACA JUGA:Daftar Bansos yang Masih Cair Tahun 2026, Apa Saja Syaratnya?

Pada zaman dahulu, teknologi pendingin seperti freezer belum ada.

Agar pasokan daging kurban yang melimpah tidak membusuk, masyarakat mengawetkannya dengan cara mengiris daging tipis-tipis, melumurinya dengan garam, lalu menjemurnya di bawah terik matahari hingga menjadi dendeng yang kering.

Kebiasaan massal menjemur daging setelah Idul Adha inilah yang memicu lahirnya penamaan hari tasyrik.

Larangan Utama di Hari Tasyrik

Islam menempatkan hari tasyrik sebagai waktu libur dan perayaan yang penuh dengan sukacita.

Sumber: