Wakil Ketua Dewan Dikecam Publik

Wakil Ketua Dewan Dikecam Publik

Komentar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Nana Kencanawati, di media sosial berbuntut panjang. FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--

*** Gegara Komentar "Siapa yang Mau Ngasih Lo Makan?" Udah Gembrot

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Komentar Wakil Ketua DPRD Kabupaten Cirebon, Hj Nana Kencanawati, di media sosial berbuntut panjang. Dianggap merendahkan fisik seorang warga. Juga memunculkan tanda tanya terkait pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Polemik bermula dari aksi unjuk rasa penolakan MBG yang digelar mahasiswa dan masyarakat di depan Gedung DPRD Kota Cirebon, Senin (15/6). Dalam aksi itu, seorang ibu rumah tangga asal Cirebon Timur yang akrab disapa Mak Denok ikut menyampaikan orasi.

Aksi tersebut kemudian diunggah ke media sosial. Tak lama kemudian muncul komentar dari akun yang diduga milik Nana Kencanawati.

"Lagian siapa yang mau ngasih lo makan? Udah gembrot!!!"

Komentar itu sontak menyebar luas. Tangkapan layarnya beredar di berbagai grup WhatsApp dan media sosial. Reaksi publik pun bermunculan.

Banyak yang menilai komentar tersebut tidak pantas disampaikan seorang pejabat publik. 

Selain dianggap mengandung unsur body shaming, ucapan tersebut dinilai mencederai semangat demokrasi. Karena diarahkan kepada warga yang sedang menyampaikan aspirasi.

Kritik datang dari berbagai kalangan. Salah satunya BEM Pesantren Zona Cirebon. Melalui pernyataan resminya, mereka menegaskan bahwa kritik terhadap kebijakan pemerintah merupakan hak warga negara yang dijamin konstitusi.

BACA JUGA:Aksi Mahasiswa Kepung Gedung DPRD Kota Cirebon Warnai Hari Jadi ke-599 Cirebon, Enam Tuntutan Disuarakan

"Sebagai wakil rakyat, sudah semestinya pejabat publik menunjukkan sikap yang santun, bijaksana, dan menghormati masyarakat. Perbedaan pandangan seharusnya dijawab dengan argumentasi dan dialog yang bermartabat, bukan dengan ucapan yang dapat melukai kehormatan rakyat," tulis mereka.

BEM Pesantren Zona Cirebon meminta Nana menyampaikan permohonan maaf secara terbuka, melakukan klarifikasi kepada masyarakat, serta mengevaluasi sikapnya sebagai wakil rakyat.

Di tengah derasnya kritik, akun Instagram pribadi Nana sempat terkunci. Tidak lama kemudian akun tersebut kembali aktif dan disusul unggahan permohonan maaf.

Dalam pernyataannya, Nana mengakui komentarnya tidak tepat dan tidak mencerminkan sikap yang seharusnya ditunjukkan pejabat publik.

Sumber: