Cegah Penggunaan Narkoba di Lingkungan Perkeretaapian
PT KAI Daop 3 Cirebon bersama BNN memberikan penyuluhan bahaya narkoba kepada para pegawai. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--
CIREBON - Untuk menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daerah Operasi 3 Cirebon bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Cirebon memberikan penyuluhan anti narkotika kepada seluruh insan perkeretaapian.
Seluruh pegawai PT KAI menjadi sasaran dari penyuluhan yang diberikan ini, dimana ini diberikan untuk meningkatkan pemahaman, kewaspadaan, dan kesadaran terhadap bahaya narkoba yang dapat mengancam keselamatan, kesehatan, serta produktivitas kerja.
Melalui penyuluhan, BNN memberikan edukasi mengenai klasifikasi golongan narkotika, perkembangan jenis-jenis narkotika terbaru yang beredar di masyarakat, dampak penyalahgunaan narkoba terhadap produktivitas kerja, risiko terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3), dampak sosial yang ditimbulkan, konsekuensi hukum bagi pelaku penyalahgunaan maupun peredaran narkotika, hingga langkah-langkah pencegahan agar terhindar dari bahaya narkoba.
BACA JUGA:Diinisiasi BKPRMI, Ketua PKK Lepas Rombongan Wisata Anak Yatim
Manager Humas Daop 3 Cirebon, Muhibbuddin mengungkapkan bahwa penyuluhan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan yang dilakukan pihaknya dalam membangun budaya kerja yang profesional, disiplin, dan berintegritas, sekaligus memastikan seluruh insan KAI memiliki pemahaman yang kuat mengenai pentingnya menjaga diri dari penyalahgunaan narkotika.
"Ini merupakan bentuk nyata kepedulian perusahaan terhadap kualitas sumber daya manusia serta keselamatan operasional perkeretaapian," ungkap Muhibbuddin.
Sebagai perusahaan yang mengutamakan aspek keselamatan dalam setiap operasionalnya, lanjut Muhibbuddin, PT KAI harus memastikan seluruh pegawai terbebas dari penyalahgunaan narkotika.
"Melalui penyuluhan ini,kami ingin memberikan pemahaman yang komprehensif mengenai bahaya narkoba, baik dari sisi kesehatan, keselamatan kerja, maupun konsekuensi hukum yang ditimbulkannya," lanjut Muhibbuddin.
Dijelaskan Muhibbuddin, penyalahgunaan narkotika tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga dapat memengaruhi keselamatan operasional dan kepercayaan pelanggan terhadap layanan kereta api.
Paling parah, bisa berpotensi menyebabkan kecelakaan jika masinis berada dibawah pengaruh obat-obatan terlarang, sehingga pihaknya memastikan semua pegawai terbebas dari narkotika.
BACA JUGA:Warga Jabang Bayi Cirebon Apresiasi Pembangunan Tanggul BBWS CC untuk Atasi Banjir Tahunan
Melalui kegiatan penyuluhan ini, KAI Daop 3 Cirebon juga berharap dapat meningkatkan pemahaman dan kesadaran seluruh pegawai akan bahaya narkoba, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam menjaga lingkungan kerja yang aman, sehat, produktif, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika.
"Kami berharap melalui kegiatan ini seluruh pegawai semakin memahami risiko besar yang ditimbulkan oleh narkoba dan mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan kerja maupun masyarakat," kata Muhibbuddin. (sep)
Sumber: