DPRD Ingatkan Perbaikan Pataraksa Jangan Sampai Gagal Lagi
Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Lukman Hakim mengingatkan perbaikan Alun-alun Pataraksa jangan sampai gagal lagi. FOTO : ZEZEN ZAENUDIN ALI/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon mengingatkan pembenahan Alun-alun Pataraksa tidak kembali menyisakan kegagalan. Meski anggarannya hanya Rp475 juta, kualitas pekerjaan diminta menjadi prioritas utama.
Pasalnya Alun-alun Pataraksa merupakan wajah pusat pemerintahan. Karena itu, proyek rehabilitasi tidak boleh dikerjakan asal jadi. Hal itu, disampaikan Sekretaris Komisi III DPRD Kabupaten Cirebon, Lukman Hakim, Kamis 9 Juli 2026.
Kata Kang Lukman--sapaan Lukman Hakim kontraktor yang memenangkan lelang diminta bekerja profesional. Jangan hanya mengejar keuntungan. Hasil pekerjaannya juga harus bisa dipertanggungjawabkan.
"Kami minta kontraktor bekerja profesional. Jangan mengulang peristiwa kelam pembangunan Alun-alun Pataraksa beberapa tahun lalu," ujarnya.
Politisi PDI Perjuangan itu, menilai kualitas bangunan wajib dijaga. Sebab, lokasi alun-alun berada tepat di depan Kantor Bupati, DPRD, Kejaksaan Negeri hingga Pengadilan Negeri Kabupaten Cirebon.
"Ini etalase pusat pemerintahan. Jangan sampai kualitas bangunannya kembali mengecewakan," tegasnya.
Kang Lukman meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) memperketat pengawasan sejak awal pekerjaan. Pengawasan harus dilakukan hingga proyek selesai agar mutu bangunan benar-benar terjamin.
"Walaupun nilainya hanya Rp475 juta, jangan sampai perbaikannya kembali meninggalkan luka. Pengawasannya harus ketat," katanya.
Ia memahami kondisi keuangan daerah belum memungkinkan revitalisasi dilakukan secara menyeluruh. Ditambah kebijakan efisiensi anggaran, pemerintah hanya mampu memperbaiki sebagian fasilitas.
BACA JUGA:Alun-alun Pataraksa Butuh Rp3 Miliar, Pemkab Baru Sanggup Gelontorkan Rp475 Juta
Namun, keterbatasan anggaran bukan alasan membiarkan Pataraksa terus terbengkalai. Menurutnya, pemerintah harus memiliki komitmen menyelesaikan pembenahan secara bertahap hingga tuntas.
"Jangan berhenti di tengah jalan. Harus ada kepastian sampai selesai 100 persen," ujarnya.
Politisi asal Dapil V itu menilai kondisi Alun-alun Pataraksa saat ini belum layak menjadi ikon Kabupaten Cirebon. Padahal, kawasan itu menjadi salah satu titik pertama yang dilihat tamu dari luar daerah.
"Kalau tamu datang lalu melihat alun-alun rusak, tentu memberi citra yang kurang baik bagi Kabupaten Cirebon," tandasnya.
Sumber: