Komandan Damkar Terluka Saat Jinakkan Api di Pasar Tegalgubug
Petugas Damkar dan Penyelamatan saat melakukan pendinginan sisa bangunan pasar Tegalgubug yang terbakar, Selasa (28/7). FOTO : IST/RAKYAT CIREBON--
RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Di tengah upaya menjinakkan kebakaran Pasar Sandang Tegalgubug, Kecamatan Arjawinangun, seorang petugas pemadam kebakaran justru menjadi korban.
Komandan Damkar Sektor Arjawinangun, Cuhandi, terluka. Telapak kaki kirinya tertusuk paku saat bertugas.
Insiden itu terjadi ketika proses pemadaman masih berlangsung. Meski mengalami luka, upaya pemadaman tidak terhenti hingga api berhasil dikendalikan.
Kabid Pemadam Kebakaran, Penyelamatan dan Sarana Prasarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kabupaten Cirebon, Eno Sujana, membenarkan adanya kecelakaan kerja yang dialami anggotanya.
"Pada saat proses pemadaman, salah satu personel kami, Komandan Damkar Sektor Arjawinangun atas nama Cuhandi, mengalami luka di telapak kaki kiri akibat tertusuk paku. Alhamdulillah kondisinya dapat segera ditangani," ujar Eno, Selasa (28/7/2026).
Kebakaran sendiri menghanguskan 46 lapak di Pasar Sandang Tegalgubug. Rinciannya, 45 lapak di Blok G dan satu lapak di Blok H, dengan total luas area terbakar sekitar 552 meter persegi.
Laporan kebakaran diterima petugas sekitar pukul 13.48 WIB. Regu Damkar Sektor Arjawinangun langsung meluncur ke lokasi dan tiba pukul 14.05 WIB.
BACA JUGA:Warga Tegalgubug Arjawinangun Ditemukan Meninggal di Rumah Kosong
Saat itu kobaran api sudah membesar. Api bahkan terus merambat sehingga Damkar meminta tambahan armada dari sektor Palimanan, Weru, dan Sumber.
Menurut Eno, dugaan sementara kebakaran dipicu instalasi listrik yang tidak memenuhi standar. Titik awal api diduga berasal dari kabel yang terhubung dengan KWH listrik di Blok G bagian barat.
"Ketika petugas datang, api sudah menjalar ke beberapa lapak. Kami langsung menambah armada agar penjalaran dapat ditekan dan pasokan air tetap mencukupi selama proses pemadaman," katanya.
Proses pemadaman berlangsung lebih dari satu jam. Empat unit mobil pemadam diterjunkan hingga api berhasil dipadamkan pada pukul 15.06 WIB. Petugas kemudian melanjutkan pendinginan sampai pukul 16.22 WIB.
Eno memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Saat kebakaran terjadi, aktivitas pasar sudah berakhir sehingga sebagian besar lapak dalam keadaan kosong.
Ia mengakui proses pemadaman sempat terkendala akses jalan yang sempit, tidak tersedianya hidran, serta banyaknya warga yang memadati lokasi.
Sumber: