Google Resmi Meluncurkan WeatherNext 3, Model AI Cuaca dengan Tingkat Akurasi Tinggi

Google Resmi Meluncurkan WeatherNext 3, Model AI Cuaca dengan Tingkat Akurasi Tinggi

Google Resmi Meluncurkan WeatherNext 3, Model AI Cuaca dengan Tingkat Akurasi Tinggi. Foto: Google/ Rakyatcirebon.disway.id--

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Google DeepMind bersama Google Research secara resmi memperkenalkan WeatherNext 3, generasi terbaru dari model kecerdasan buatan (AI) untuk prakiraan cuaca global.

Peluncuran ini membawa peningkatan signifikan pada tingkat resolusi spasial dan pembaruan data temporal jika dibandingkan dengan pendahulunya, WeatherNext 2.

Model AI terbaru ini dirancang untuk memproses informasi cuaca dengan kerapatan grid hingga 5 kilometer persegi, atau lima kali lebih tajam daripada versi terdahulu yang menggunakan skema grid 25 kilometer.

Peningkatan resolusi spasial ini memungkinkan prediksi kondisi atmosferik lokal menjadi jauh lebih detail, terutama di area dengan kondisi topografi kompleks seperti wilayah pesisir dan pegunungan.

BACA JUGA:Daftar Gunung Api yang Sedang Erupsi Pekan Ini, Anak Krakatau hingga Gunung Ibu

Terkoneksi Langsung dengan Satelit Real-Time

Perubahan fundamental pada WeatherNext 3 terletak pada metode pengumpulan dan pemrosesan data. Model-model prediksi cuaca numerik tradisional umumnya bergantung pada input kalkulasi fisika atmosfer yang diperbarui setiap enam jam sekali.

WeatherNext 3 mengatasi keterlambatan (lagging) data tersebut dengan mengintegrasikan mosaik citra dari satelit geostasioner serta stasiun pengamatan darat secara langsung (real-time). Hasilnya, sistem ini mampu menyajikan pembaruan prakiraan cuaca secara berkala setiap satu jam.

Berdasarkan hasil pengujian independen menggunakan platform evaluasi Operational WeatherBench dari Brightband, integrasi data langsung ini berhasil meningkatkan akurasi prediksi presipitasi atau curah hujan hingga 50–60 persen.

Tingkat kesalahan prediksi di wilayah geografis yang sebelumnya sulit diproyeksikan kini dapat ditekan secara signifikan.

BACA JUGA:Antisipasi Hujan Abu Vulkanik Krakatau, BPBD Jawa Barat Imbau Warga Pakai Masker

Integrasi Ekosistem dan Dampak Industri

Google mulai mengimplementasikan fondasi teknologi WeatherNext 3 secara langsung ke berbagai layanan konsumer maupun infrastruktur developer, termasuk Google Search, Google Maps, aplikasi Gemini, hingga Google Earth Engine dan Weather API.

Di luar penggunaan sehari-hari oleh publik, kemampuan prediksi AI ini memiliki implikasi teknis pada sektor industri, khususnya energi terbarukan.

WeatherNext 3 mampu memodelkan estimasi kecepatan angin pada ketinggian 100 meter, tinggi rata-rata turbin angin, serta menyajikan proyeksi tutupan awan dan tingkat radiasi matahari di permukaan tanah dengan presisi tinggi.

Informasi tersebut membantu pengelola ladang tenaga surya dan pembangkit listrik tenaga angin memprediksi output daya secara lebih konsisten.

Sumber: