Stadion hingga Sporthall Bima Ditarget Sumbang PAD 100 Juta

Stadion hingga Sporthall Bima Ditarget Sumbang PAD 100 Juta

Dispora ikut diberi tanggung jawab mengampu PAD dari sektor retribusi sewa sarpras olahraga, targetnya 100 juta untuk tahun 2026. FOTO: ASEP SAEPUL MIELAH/ RAKYAT CIREBON--

CIREBON - Ditengah upaya Pemkot Cirebon yang sedang menggenjot pendapatan di sisa waktu tahun 2026 ini, Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) menjadi salah satu perangkat daerah yang diberikan tanggung jawab mengampu Pendapatan Asli Daerah (PAD). 

Dispora diberikan tugas untuk mengampu PAD dari sektor retribusi sewa sarana dan prasarana olahraga. 

Sedikitnya ada empat objek yang saat ini ada dibawah kewenangan Dispora, yang didorong untuk bisa menyumbangkan anggaran ke kas daerah. 

BACA JUGA:Damkar Mulai Beberes Eks Kantor Disnaker

Empat objek sarana dan prasarana olahraga tersebut, adalah Stadion Utama Bima, Sporthall Bima, Kolam Renang Catherine Surya serta lapangan tenis. 

Pengelolaan serta retribusi keempatnya diurus oleh UPT Pembibitan dan Pembinaan Olahraga dibawah Dispora. 

Kasubbag TU UPT Pembibitan dan Pembinaan Olahraga, Iffatunnisa Ryanti mengungkapkan, Dispora menghimpun PAD dari sektor retribusi sarpras olahraga ini didasarkan pada Peraturan Daerah (Perda) nomor 01 tahun 2024 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD). 

BACA JUGA:Eks Kantor Disnaker Bakal Ditempati Damkar

Mengingat Perda tersebut diundangkan pada tahun 2024, maka penerapannya pun dimulai pada tahun 2025 lalu. 

"Tahun ini tahun kedua kami mengampu PAD dari sektor retribusi sarpras olahraga ini mas," ungkap Iffa kepada Rakyat Cirebon, Senin (28/9). 

Disebutkan Iffa, tidak besar, pada tahun 2026 ini, Dispora diberikan target sebesar 100 juta untuk bisa menyumbangkan PAD dari sektor tersebut. 

BACA JUGA:Spesifikasi Lengkap Jaecoo J5 EV: SUV Listrik Ringkas dengan Baterai 60,9 kWh

Progresnya, sampai terupdate pada bulan Agustus lalu, pemasukannya sudah masuk di angka 78 juta. 

"Target PAD per tahun 100 juta. Per Agustus sudah 78 juta. Tahun kemaren 2025 target kita hanya 75 juta, tapi finish di realisasi Rp.68.530.000, atau 91,4 persen," sebut Iffa. 

Sumber: