Ide Relawan untuk Elite Koalisi Partai

Sabtu 21-05-2022,09:00 WIB
Reporter : Rifki Nurcholis
Editor : Rifki Nurcholis

 

RAKYATCIREBON.ID, CIREBON – Pemilu 2024 sudah semakin dekat. Persiapan beberapa partai sudah dimulai. Terbaru, terbentuklah Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) gagasan para ketua umum Partai Golkar, PAN dan PPP.

 

Banyak harapan digantungkan dari para relawan non partai. Kontestasi pilpres dan pileg 2024 nanti agar memberikan pendidikan politik yang positif bagi masyarakat. Caranya dengan memunculkan pilihan-pilihan segar serta terbuka calon pemimpinnya. Baik calon legislatif ataupun calon presiden dan wakilnya.

 

“Membuka keterbukaan berpolitik dan sekaligus memberikan peluang pendidikan politik yang cerdas bagi masyarakat,” kata Ketua Relawan Ganjar Pranowo (RGP) 2024, Heru Subagia, Jumat (20/5).

 

Masyarakat yang masuk relawan capres, sangat antusias mendorong pencapaian capres impian masyarakat luas. Diantara diskusi antar relawan, kata Heru ada beberapa kesimpulan menarik dan membahagiakan. Kesimpulan-kesimpulan yang memberikan gambaran, ide dan gagasan dan sikap tegas atas proses penyelenggaraan pemilu agar jujur dan adil, tidak cacat moral dan cacat politik serta cacat legitimasi.

 

“Mekanisme seleksi harus dilakukan secara ketat, memenuhi syarat baik seleksi personal ataupun administrasi dan harus melibatkan penuh partisipasi masyarakat. Baik perannya sebagai pemilih, parpol dan lembaga penyelenggara pemilu,” katanya.

 

Selain itu, juga muncul harapan adanya resolusi kebaikan, bagi parpol dan koalisi yang sudah atau yang akan terbentuk agar mencalonkan dan mengusung capres dan cawapres terbaiknya. “Kami menginginkan partai dan koalisi partai untuk mendengarkan dan menerima masukan, kritik dan harapan relawan atau individu relawan. Silahkan partai koalisi memilih kadernya atau kader non partai yang terbaik,” katanya.

 

Relawan secara umum sepakat menyambut baik proses awal koalisi terbentuk. Gerbang   menuju kontestasi Pilpres dan Pileg 2024 di mulai lebih dini. Bagi partai pemenang pemilu seperti PDIP tidak perlu lakukan koalisi karena tercapai ambang batas presiden.

 

Bagi partai lain, koalisi partai menjadi keharusan bagi partai yang tidak memenuhi presidential threshold untuk bergabung atau koalisi bersama. Langkah   awal wacana pilpres memberikan dampak polarisasi kekuatan partai politik dan figur Capres-cawapres. Figur calon pemimpin negeri ini akan segera didapatkan dan dipublikasikan sehingga secara keseluruhan masyarakat dapat memberikan komentar, kritik dan evaluasi paslon tersebut.

 

Selain itu, relawan mengingatkan jika figur capres dan cawapres bukan figur artis atau selegram. Jika mereka sudah berani memasangkan paslon, artinya sudah secara serius melakukan kegiatan agenda politik.

 

“Merupakan kesalahan besar jika koalisi partai menggunakan tokoh-tokoh tersebut sebagai pansos politik. Misalnya memanfaatkan Ganjar atau Anies dan tokoh lain yang sudah mempunyai elektoral dan elektabilitas tinggi, hanya untuk numpang terkenal dan menaikkan elektabilitas partai pengusung,” tegasnya.

 

Menurutnya koalisi partai hanya memunculkan banyak figur capres terkenal untuk menaikkan elektoral elite partai dan partainya. Heru menilai keseriusan pencapresan harus dibuktikan keputusan untuk ambil sikap tegas memunculkan segera capres dan cawapres yang akan diusung.

 

Makanya, sebagai relawan pihaknya meminta partai dan atau koalisi partai jangan melakukan transaksi dagang jabatan posisi capres atau cawapres. Koalisi partai idealnya menawarkan kesemua calon capres ataupun cawapres baik kader partai atau professional non partai ikut bursa pencalonan.

 

Syarat dan ketentuan harus terbuka dan dalam pelaksanaanya wajib disaksikan masyarakat umum sebagai bagian keterbukaan. Informasi dan proses politik yang demokratis dan bertanggung jawab.   

 

“Banyak capres -cawapres potensial terlahir dari rakyat biasa bukan dari orang anak pejabat, golongan priyayi atau pengusaha besar. Tetapi mereka terlahir menjadi pimpinan yang hebat serta telah habis dengan dirinya dan siap totalitas mengabdi dan membangun negara,” imbuhnya.

 

Relawan menyarankan partai dan koalisi partai menghindari keterlibatan oliqarki memasuki ranah pemilihan capres dan cawapres. Koalisi partai harus bisa mencari dana pembiayaan pencapresan dari sumber dana yang sah dan legal. Jika calonnya menang, bukan kemenangan dari oliqarki tetapi hasil dari kerja koalisi dan tim kampanye dan masyarakat luas yang mendukung.

Kategori :