RAKYATCIREBON.ID, MAJALENGKA - Wakil Ketua DPRD Majalengka, Dhora Darojatin menyebut, penggunaan MyPertamina untuk pembelian bahan bakar minyak (BBM) pertalite dan bio solar merupakan kebijakan yang sangat memberatkan masyarakat kecil. Menurut Dhora, tidak semua masyarakat paham dan memiliki gawai yang mendukung proses pendaftaran.
“Memang tujuannya baik, lebih rapi dan memberikan subsidi sesuai yang berhak. Tapi dengan aplikasi saat ini (MyPertamina, red) yang kita ketahui seluruh wilayah di Indonesia ini belum semua bisa mengakses hp, terlebih beberapa yang memang sempat ngobrol juga yang memiliki angkot merasa kesulitan apalagi usianya yang sudah sepuh,” ujar Dhora. Politikus PKS ini juga menyebut, bahwa rakyat kecil seperti sopir angkot untuk bisa memahami menggunakan aplikasi WhatsApp saja mungkin bingung. Apalagi harus mengunduh dan mendaftar aplikasi MyPertamina tersebut. “Walaupun memang di beberapa SPBU banyak yang menyediakan untuk bisa datang langsung, tapi harus daftar nanti tinggal sampaikan QR Code nya gitu. Tapi rasanya jadi tidak praktis,” ucapnya. Dia memberikan saran agar pemerintah kembali mengkaji kebijakan tersebut. Sehingga dibarengi bagaimana memberikan kemampuan kepada masyarakat untuk memahami itu. Kebijakan setinggi apapun, sebagus apapun, kalau ternyata tidak dibarengi dengan kemampuan masyarakat akan percuma. “Jika tujuan aplikasi ingin sesuai dengan haknya, angkot atau mobil mungkin bisa dilihat dari CC mobilnya. Saya rasa itu sudah keliatan mana mobil yang layak diberi subsidi atau tidak,” ujarnya. Kemudian untuk angkot sudah terlihat ada plat kuning, jadi tidak lagi menggunakan aplikasi atau diperbolehkan untuk membeli subsidi. “Saya yakin mereka tidak secara ulang terus mengisi BBM subsidi, justru yang dicurigai bagi mereka yang mempunyai kendaraan roda empat lebih dari satu,” jelas dia. Dhora berharap kedepan agar seluruh kebijakan yang turun itu sesuai dengan kemampuan masyarakat. Sebab kemampuan masyarakat baik dari segi usia, wilayah, dan profesi memiliki perbedaan terkait menangkap kebijakan yang dijalankan pemerintah. “Jadi ke depan, bagaimana membersamai kebijakan yang turun itu sesuai dengan kemampuan masyarakat diberi pemahaman. Pinter dulu lah masyarakatnya, baru kebijakan yang seperti MyPertamina atau PeduliLindungi bisa dilakukan,” tandas Dhora. Menurutnya, Mungkin untuk anak-anak muda tidak jadi masalah, tapi bagi lanjut usia itu bermasalah. Kondisi kita ini dari Sabang sampai Merauke belum sama begitu. (hsn)Dhora Minta Kaji Ulang Program MyPertamina
Kamis 07-07-2022,13:00 WIB
Reporter : Rekriyan daniswara
Editor : Rekriyan daniswara
Tags : #program mypertamina
#kaji ulang
Kategori :
Terkait
Kamis 07-07-2022,13:00 WIB
Dhora Minta Kaji Ulang Program MyPertamina
Terpopuler
Senin 13-04-2026,20:32 WIB
Kejari Kota Cirebon Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Kredit Macet di Perumda BPR Bank Cirebon
Senin 13-04-2026,20:45 WIB
Meski Ada Kendala, Pemkot Cirebon Targetkan ASN Pindah ke GCM Akhir Juni
Selasa 14-04-2026,10:18 WIB
Progres Baru 21 Persen, Pembangunan Gedung Baru BPBD Cirebon Ditarget Rampung Juli 2026
Selasa 14-04-2026,10:29 WIB
DPRD Soroti Kinerja BUMD, Minta Bagian Perekonomian Perkuat Evaluasi
Selasa 14-04-2026,15:55 WIB
Persib Zona Nyaman, Berapakah Poin Lagi Untuk Persib Juara?
Terkini
Selasa 14-04-2026,17:34 WIB
Perbandingan Jarak Tempuh BYD M6 vs BYD Atto 2: Mana yang Lebih Jauh?
Selasa 14-04-2026,17:28 WIB
Jarak Tempuh BYD Atto 2: Sanggup Melaju Hingga 400 KM Sekali Cas!
Selasa 14-04-2026,17:24 WIB
Update Harga Xiaomi Leica vs Leitz Phone 3: Mana HP Kamera Terbaik 2026?
Selasa 14-04-2026,16:43 WIB
Komisi I DPRD Soroti Banjir Informasi di Media Sosial
Selasa 14-04-2026,16:15 WIB