RAKYATCIREBON.ID, MAJALENGKA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Majalengka kembali menggelar diskusi publik. Tema yang diangkat adalah “Merdeka Memilih”, dengan menghadirkan narasumber Kadivsosparmas dan SDM KPU Majalengka, Cecep Jamaksari SIP dan Kadivsosparmas dan SDM KPU Kota Bogor, Dian Askhabul Yamin SP.
Dalam pembukaannya, Kadivsosparmas dan SDM KPU Kabupaten Majalengka, Cecep Jamaksari mengatakan merdeka di masa sekarang dimaknai luas. Bukan hanya merdeka dari perang dan penjajahan, namun juga merdeka dalam hukum, ekonomi, dan politik. Dalam konstitusi, kebebasan warga negara itu sudah diatur dengan jelas termasuk dalam hal politik. Dimana pemilih bebas menentukan pilihan. Cecep menambahkan, perspektif pemilih yang merdeka adalah pemilih yang tidak ada tekanan dari pihak manapun. Dijelaskan Cecep, menurut Aristoteles, demokrasi tidak akan mungkin bisa dilakukan apabila syarat memilih dan dipilih itu berbeda. Hak memilih dan hak dipilih harus sejajar. Sedangkan Plato tidak mengungkapkan syarat yang sama antara mereka yang memilih dan yang dipilih. “Semakin tinggi tingkat partisipatif masyarakat tanpa dibarengi dengan pendidikan politik maka akan terjadi political transaction. Sebagai masyarakat, Kita punya hak untuk memilih dan dipilih dalam konteks politik,” ujarnya, Jumat (26/8). Cecep juga menyampaikan informasi tentang kemerdekaan menjadi penting untuk diketahui oleh masyarakat di masa yang akan datang. “Berbicara mengenai kebebasan memilih kalau dipahami sebagai sebuah hak, ada kalanya hak dijalankan dengan sebaik-baiknya dengan penuh tanggung jawab,” ucapnya. Sementara Kadivsosparmas dan SDM KPU Kota Bogor, Dian Askhabul Yamin dalam pemaparannya menjelaskan terminologi merdeka memilih dalam bahasa lain adalah pemilu demokratis. Merdeka memilih tidak terlepas dari azas langsung, umum, bebas, dan rahasia. “Konsep merdeka memilih jika disangkutpautkan dengan hak konstitusional, secara objektif hak pilih seringkali tersandera oleh tidak bisa bebas memilih. Isu politik transaksional, praktik money politic masih banyak dilakukan. Upaya pencegahan tersebut bisa dengan melakukan pendidikan seperti sosialisasi untuk menerapkan salah satu pencegahan politik transaksional,” ujarnya. Sesuai undang-undang, pemilu merupakan hak kedaulatan rakyat. Karena rakyat diberi kebebasan untuk menentukan arah kedaulatannya. “Cara partisipatif atau partisipasi masyarakat yaitu dengan cara sadar dilakukan tanpa adanya paksaan atau tekanan dari pihak lain,” paparnya. ( hsn)Pemilu Demokratis Bagian dari Merdeka Memilih
Sabtu 27-08-2022,15:00 WIB
Tags : #pemilu
#demokratis
Kategori :
Terkait
Jumat 08-11-2024,18:23 WIB
23.256 Anggota KPPS Kabupaten Cirebon Resmi Dilantik, KPU Tekankan Netralitas dan Integritas Pemilu
Selasa 12-09-2023,13:55 WIB
ASN Diminta Hati-hati, Like dan Komen Postingan Terkait Pemilu Bisa Jadi Pelanggaran
Senin 08-05-2023,14:15 WIB
6 Parpol Ini Belum Tahu Kapan Mau Datang Mendaftar, KPU Kota Cirebon Ingatkan Ini...
Jumat 28-10-2022,14:28 WIB
Gerindra Mulai Bergerak, Mengaku Sudah Siapkan Strategi Jelang Pemilu
Kamis 01-09-2022,17:00 WIB
Penyesuaian Dapil Butuh Dukungan Parpol, KPU Roadshow Ke-16 Partai Calon Peserta Pemilu
Terpopuler
Kamis 29-01-2026,08:06 WIB
Bocoran Spesifikasi Poco X8 Pro: Siap Rilis di Indonesia dengan Chipset Dimensity 8500!
Kamis 29-01-2026,14:31 WIB
Menerima Roadmap Islah Syuriah, berarti Gus Yahya Mengakui Keabsahan Pemecatannya oleh Rois Aam
Kamis 29-01-2026,05:06 WIB
Investasi Emas di DANA: Gampang, Mudah, Cepat, dan Terpercaya!
Kamis 29-01-2026,08:20 WIB
Perbandingan Poco X8 Pro dan Poco X7 Pro: Apakah Layak untuk Upgrade Tahun Ini?
Kamis 29-01-2026,10:01 WIB
Jadwal Pertandingan Pekan ke-19 & Klasemen Liga 1, Persis vs Persib Bandung, Borneo FC vs PSM Makassar
Terkini
Kamis 29-01-2026,23:05 WIB
Comeback Dramatis Timnas Futsal Indonesia vs Timnas Futsal Kyrgistan di Ajang AFC Futsal 2026 Skor 5-3
Kamis 29-01-2026,23:00 WIB
Ramalan Zodiak Aries Besok Jumat, 30 Januari 2026: Karier, Cinta, dan Kesehatan
Kamis 29-01-2026,21:47 WIB
Netty Prasetiyani Terima Kunjungan Unwir Indramayu di Senayan
Kamis 29-01-2026,21:44 WIB
Dipimpin Rais Aam, Pleno PBNU Sepakat Ampuni Kesalahan Fatal Gus Yahya
Kamis 29-01-2026,21:28 WIB