Masyarakat Indramayu Barat Lagi Ramai Tanam Semanggen, Untung Terus, Gak Ada Ruginya

Jumat 13-01-2023,14:09 WIB
Reporter : Kholil Ibrahim
Editor : Iing Casdirin

RAKYATCIREBON.ID, INDRAMAYU -Budi daya semanggen lagi ngetren di Indramayu Barat (Inbar). Budidaya semanggen banyak dilakoni oleh para petani di Inbar lantaran untung yang lumayan didapat.

Saat ini, petani beralih budidaya semanggen karena saat musim penghujan ini justru Produksi panen dari budidaya semanggen meningkat. Penghasilan merekapun para petani semanggen pun berlipat-lipat.

“Sekarang mulai banyak petani yang beralih bertanam semanggen. Terutama yang lahan sawahnya kurang produktif,” kata tokoh petani Indramayu Barat (Inbar), Sugianto.

Semula, lanjutnya, tren pertanian semanggen hanya diminati para petani di wilayah Kecamatan Anjatan.

BACA JUGA: Jabatan Nashrudin Azis di PDIP Sama Persis saat di Demokrat, PDIP Jabar Perintahkan Kawal

Kini mulai meluas di beberapa desa lainnya. Seperti di Desa Kertamulya, Kecamatan Bongas.

Petani disana ramai-ramai bercocok tanam semanggen untuk bahan baku pembuatan rumbah semanggen itu. Yang dulu biasanya tumbuh liar di areal persawahan.

Tapi kini mulai jarang. Sementara peminatnya banyak. Sampai dari luar kabupaten. Semisal Subang dan Pamanukan.

Di Desa Kertamulaya, tepatnya di tepi jalan Raya Lempuyang-Bongas terdapat belasan petak lahan semanggen. Sekaligus dijadikan tempat jualan.

Menurut Sugianto, ketertarikan petani lantaran budi daya semanggen sangat menguntungkan.

Dengan harga Rp8000/kg, setiap hektare lahan semenggan, petani bisa memperoleh pendapatan sampai Rp3,5 sampai Rp5 juta sebulan. Untuk dua sampai tiga kali panen.

“Kalau padi kan panennya nunggu seratus hari. Kalau harga gabahnya lagi anjlok, petani malah buntung. Beda dengan semanggen. Untung terus,” katanya.

BACA JUGA: Rombongan Petani Ditabrak Bus di Lohbener Indramayu, 1 Orang Meninggal, 6 Luka Berat

Apalagi biaya operasionalnya pun relatif murah. Sebab, menanam semanggen tidak terlalu susah. Cukup ditraktor, pemupukan serta perawatan berkala.

Sawi (56) adalah salah satu petani yang memanfaatkan lahan sawahnya untuk ditanami daun semanggen. Sebelumnya, dia bertanam padi.

Namun, semenjak tiga tahun terakhir, dia beralih membudidaya semanggen. Dan ternyata hasilnya lebih menguntungkan.

Iapun berinisiatif menanam semanggen dengan cara lebih modern. Semanggen yang sebelumnya tumbuh liar, dirawat serta dipupuk agar tumbuh lebih cepat.

Daun semanggen digunakan untuk membuat urap atau rumbah khas pesisir Indramayu. Bahkan menjadi kuliner yang cukup familiar di wilayah Subang, terutama Pamanukan. (kho)

Tags :
Kategori :

Terkait