CIREBON - Dinas Kesehatan Kota Cirebon menemukan banyaknya data kependudukan, yang secara administratif masuk tercatat sebagai warga Kota Cirebon, namun setelah diverifikasi ke lapangan, ternyata mereka tidak tinggal dan menetap di Kota Cirebon.
Dalam satu rumah, ditempati oleh beberapa Kartu Kaluarga (KK) yang baru bermigrasi, dan disinyalir itu menjadi dalih agar mereka bisa terdata dan masuk dalam program BPJS yang dicover oleh APBD Kota Cirebon. Namun, dari kacamata Administrasi Kependudukan (Adminduk), temuan tersebut tidak menjadi persoalan, karena memang aturan kependudukan memperbolehkan, satu alamat yang sama diduduki oleh beberapa KK berbeda, selama ada izin mengizinkan. BACA JUGA:Disidak Komisi I, Sudah 4 Tahun Kadisdamkar Ngantor di Mess Plt Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Cirebon, Eli Haryati mengungkapkan, pada dasarnya, Disdukcapil yang berkaitan dengan pelayanan Adminduk bukanlah pelayanan dasar, hanya saja, Adminduk ini menjadi dasar pelayanan dari semua pelayanan dasar yang ada. "Adminduk ini bukan pelayanan dasar, tapi kita menjadi dasar pelayanan, dari semua pelayanan dasar, baik di kesehatan, maupun pendidikan," ungkap Eli kepada Rakyat Cirebon, Senin (05/05). Termasuk dalam hal pindah datang bagi warga masyarakat, dijelaskan Eli, dalam pelayanan kependudukan, pihaknya memiliki aturan main, sehingga ketika aturan mainnya dipenuhi, dalam arti semua persyaratan yang ditentukan terpenuhi, maka pengajuan harus ditindaklanjuti. BACA JUGA:Pemkab Cirebon Siapkan Barak Militer untuk Pelajar Nakal Belum lagi, dalam memberikan pelayanan kependudukan, kewenangan Disdukcapil terbatas hanya di pelayanan adminduknya saja, tidak bisa sampai menyelidiki, apa maksud dan tujuan pelayanan yang diajukan. "Jadi, selama persyaratan administrasi terpenuhi, kami tidak bisa menolak pelayanan. Justeru kalau kita tolak, sedangkan persyaratannya lengkap, kita yang salah," jelas Eli. Sementara merespon temuan di lapangan dari verifikasi yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan, disebutkan Eli, pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan Dinkes soal hal itu. BACA JUGA:KAI Daop 3 Cirebon Percepat Sertifikasi Aset Tanah, Capai 13,5 Juta Meter Persegi Disdukcapil, kata Eli, mendukung semua pelayanan dasar yang diberikan, dimana produk Adminduk menjadi dasar pelayanannya, termasuk program BPJS Kesehatan, melalui KIS yang dibiayai oleh APBD Kota Cirebon. Namun, dalam hal pembatasan dan pengetatan, Disdukcapil tidak bisa berbuat banyak, selama aturan main di sektor adminduk terpenuhi. "Maka, sudah benar apa yang dilakukan Dinkes sebagai dinas teknis, karena pengetatan memang seharusnya dilakukan di sama, di kanal aktivasi keanggotaannya, dan kami mendukung itu," kata Eli. (sep)Selama Persyaratan Lengkap, Disdukcapil Tak Boleh Tolak Penduduk Datang
Selasa 06-05-2025,13:04 WIB
Reporter : Asep Saepul Mielah
Editor : Rifki Nurcholis
Kategori :
Terkait
Sabtu 17-10-2026,19:00 WIB
Jambore Kesetaraan Kota Cirebon Jadi Ajang Belasan Siswa PKBM Unjuk Potensi
Jumat 16-10-2026,15:09 WIB
Beberapa Pedagang Sudah Bayar DP, APPSI Minta Dikembalikan
Jumat 16-10-2026,11:48 WIB
Dorong Guru SD Implementasikan Kepemimpinan Adaptif dan Kolaboratif
Kamis 15-10-2026,17:09 WIB
DLH Klaim Tren Retribusi Sampah Dari Tahun ke Tahun Positif
Kamis 15-10-2026,17:04 WIB
PD Pasar: Pasar Kanoman Belum Ada Kerjasama dengan Pihak Manapun
Terpopuler
Sabtu 17-10-2026,11:19 WIB
Rupiah Hari Ini Anjlok Hingga Rp18.053 per Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Biang Keroknya
Sabtu 17-10-2026,09:59 WIB
Hasil Pertandingan Indonesia vs Cape Verde Skor 2-0 Indonesia Gagal ke Semifinal
Sabtu 17-10-2026,09:44 WIB
Hasil Pertandingan Java United vs Bali United Java Menang Tipis Skor 3-2
Sabtu 17-10-2026,10:10 WIB
Kuasa Hukum FW Desak Polresta Cirebon Segera Usut Tuntas Laporan Dugaan Penipuan Kerja Sama Bahan Pokok
Sabtu 17-10-2026,15:29 WIB
Harga Emas Hari Ini 17 Oktober 2026: Turun atau Naik?
Terkini
Sabtu 17-10-2026,19:00 WIB
Jambore Kesetaraan Kota Cirebon Jadi Ajang Belasan Siswa PKBM Unjuk Potensi
Sabtu 17-10-2026,15:29 WIB
Harga Emas Hari Ini 17 Oktober 2026: Turun atau Naik?
Sabtu 17-10-2026,11:19 WIB
Rupiah Hari Ini Anjlok Hingga Rp18.053 per Dolar AS, Bank Indonesia Ungkap Biang Keroknya
Sabtu 17-10-2026,10:10 WIB
Kuasa Hukum FW Desak Polresta Cirebon Segera Usut Tuntas Laporan Dugaan Penipuan Kerja Sama Bahan Pokok
Sabtu 17-10-2026,09:59 WIB