Kita semua perlu kembali memeluk budaya membaca sebagai gaya hidup sehari-hari. Orang tua diajak membangun kebiasaan mendongeng sebelum tidur; guru dan dosen perlu menghidupkan diskusi buku yang menggugah nalar kritis; komunitas literasi didorong untuk memperluas jejaring dan kolaborasi; sementara pemerintah ditantang menciptakan kebijakan literasi yang lebih progresif.
Jika langkah-langkah ini diambil secara serempak, maka Hari Buku Nasional tidak hanya akan menjadi seremoni tahunan, tetapi juga tonggak kebangkitan budaya baca Indonesia, menuju bangsa yang literat, tangguh, dan siap menatap masa depan dengan keyakinan. Buku bukan jendela dunia, tapi buku adalah dunia itu sendiri.
Semoga...
Oleh : Lanlan Muhria
*** Wakil Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sindang Kasih Majalengka
*** Founder Harmoni Anak Negeri