Sementara itu, Kepala MI Darul Ulum Kota Cirebon, Makin Amin mengungkapkan banjir menyebabkan aktivitas belajar mengajar terpaksa dihentikan sementara.
Sekolah yang baru mulai aktif pada Senin lalu harus diliburkan secara mendadak karena seluruh ruang kelas di lantai bawah terendam air bercampur lumpur.
“Lumpurnya mencapai sekitar 20 sentimeter. Air masuk sampai setinggi pinggang orang dewasa. Baru surut sekitar pukul 12 malam,” ungkapnya.
Ia menjelaskan, banjir berasal dari luapan sungai yang berada di dekat sekolah akibat debit air yang besar dan pintu air yang belum segera dibuka. Bahkan, gerbang sekolah jebol akibat tekanan air sehingga banjir masuk ke seluruh area sekolah.
"Banjir di sini (MI Darul Ulum) disebabkan oleh Sungai yang di belakang sana. Jadi si sungai ini ternyata pintu airnya ga cepat di buka ditambah debit air yang besar sudah berada di sungai tersebut. Akibatnya ya gerbang sekolah jebol dan banjir masuk ke seluruh area sekolah," jelasnya sambil membersihkan halaman sekolah yang penuh lumpur.
Amin menambahkan, banyak tempat dan fasilitas di MI Darul Ulum yang terdampak banjir.
"Sebanyak tiga ruang kelas, kantor, kantin, musala, serta fasilitas lainnya terdampak banjir. Buku-buku pelajaran dan perlengkapan sekolah mengalami kerusakan cukup parah," tambahnya
Saat ini, pihak sekolah dibantu para siswa dan santri bergotong royong membersihkan lumpur sejak pukul 07.00 pagi.
“Anak-anak ikut membantu membersihkan lumpur. Karpet musala sudah dicuci dan Alhamdulillah sekarang sudah mulai kering,” pungkasnya. (its)