Layani Pemeriksaan Hewan Peliharaan, Puskeswan Ikut Sumbang PAD

Selasa 03-02-2026,16:57 WIB
Reporter : Asep Saepul Mielah
Editor : Rifki Nurcholis

CIREBON - Meskipun tidak besar, namun Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) yang berada di bawah UPT Pelayanan Veteriner Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKPPP) Kota Cirebon menyumbang Pendapatan Asli Daerah yang selalu melebihi target. 

 

Untuk diketahui, Puskeswan ini melayani pemeriksaan hewan-hewan peliharaan, mulai dari berbagai jenis kucing, anjing, monyet, kelinci, bahkan sampai kura-kura hingga ular. 

 

Warga Pulobaru Utara, Entin Supriatin menjadi salah satu langganan yang memanfaatkan Puskeswan tersebut. 

 

BACA JUGA:DPRD Dorong Ketokohan Mayor Tan Tjin Kie Diangkat

 

Selasa (03/02) pagi, ia datang ke Puskeswan untuk memeriksakan kondisi kucing yang ia miliki, karena satu dari lima kucing peliharaannya mengalami gejala. 

 

"Saya punya lima kucing, yang ini ada gejala sesak napas sama demam, jadi saya bawa ke Puskeswan," ungkap Entin kepada Rakyat Cirebon. 

 

Selain memeriksakan hewan peliharaannya yang memperlihatkan gejala, lanjut Entin, ia juga rutin mengkonsultasikan kondisi hewan ke Puskeswan ini. 

 

BACA JUGA:Menuju Pimpinan BAZNAS Kuningan 2026–2031, 20 Kandidat Melaju ke Tahap Lanjutan

 

"Bukan hanya kalau lagi sakit mas, masa pertumbuhan juga saya konsultasikan, seperti waktunya vaksin, atau kalau mau steril. Setelah dari sini diperiksa biasanya ada obat racikan untuk satu minggu," ujar Entin. 

 

Sementara itu, Kepala DKPPP, Elmi Masruroh, melalui Kepala UPT Pelayanan Veteriner (Yanvet), Eko Yosi Indriastuti SPt menjelaskan bahwa pada dasarnya, pelayanan Puskeswan ini tidak jauh berbeda dengan Puskesmas, dimana yang diberikan adalah pelayanan kesehatan, hanya saja untuk hewan peliharaan. 

 

"Sama saja mas, kita melakukan pemeriksaan kesehatan untuk hewan peliharaan, jika ada gejala yang diperlihatkan," ungkap Yosi. 

 

BACA JUGA:Menuju Pimpinan BAZNAS Kuningan 2026–2031, 20 Kandidat Melaju ke Tahap Lanjutan

 

Tak hanya pemeriksaan terhadap gejala-gejala pada hewan peliharaan, lanjut Yosi, Puskeswan juga memberikan layanan vaksin, seperti vaksin rabies bagi hewan yang berpotensi, bahkan sampai operasi steril bagi hewan. 

 

"Tapi operasi steril ini baru untuk kucing domestik saja mas," jelas Yosi. 

 

Karena sesuai dengan Perda harus memberikan pemasukan untuk daerah, maka pelayanan Puskeswan ini pun menerapkan tarif retribusi, hanya saja ia memastikan, tarif yang diberlakukan masih jauh dibawah tarif klinik-klinik hewan umum. 

 

BACA JUGA:3 Program Mudik Gratis 2026 Begini Cara Daftarnya, Gas Mumpung Gratis!

 

Tidak besar, untuk tahun 2026 ini, disebutkan Yosi, pihaknya dibebankan target PAD sebesar 100 juta rupiah, dari sektor retribusi pelayanan laboratorium kesehatan masyarakat veteriner dan pelayanan kesehatan hewan. 

 

Target tersebut sudah di tingkatkan dari tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2025, sektor ini hanya dibebankan target 60 juta rupiah, dan capaiannta cukup membanggakan. 

 

"Sampai akhir tahun 2025, angka kunjungan Puskeswan sampai di 930, dan dari target PAD 60 juta, realisasi kita di 67 juta. Tahun ini target meningkat menjadi 100 juta," kata Yosi. (sep) 

 

 

Kategori :