Untuk Ramadan 2026, data astronomis menunjukkan bahwa pada tanggal 17 Februari, posisi hilal di sebagian besar wilayah Indonesia masih berada di bawah kriteria MABIMS tersebut.
Hal inilah yang memicu potensi kuat bahwa pemerintah akan menetapkan 1 Ramadan jatuh pada tanggal 19 Februari 2026, selisih satu hari dengan Muhammadiyah.
Menjaga Keharmonisan di Tengah Perbedaan
Perbedaan dalam menentukan awal Ramadan bukanlah hal baru bagi masyarakat Indonesia.
Perbedaan ini lahir dari interpretasi dalil yang berbeda: ada yang menekankan pada "penglihatan mata" (rukyat) dan ada yang menekankan pada "perhitungan ilmu" (hisab).
Meskipun sidang isbat awal puasa memberikan kepastian hukum bagi mayoritas masyarakat, sikap saling menghormati tetap menjadi kunci.
Pemerintah sendiri terus berupaya menyatukan kalender hijriah agar di masa depan tidak ada lagi kebingungan di tingkat akar rumput.(*)