RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Memasuki bulan suci Ramadan, warga Cirebon berharap cuaca lebih bersahabat. Intensitas hujan berkurang, banjir tidak kembali terjadi. Bagi warga yang tinggal di daerah rawan genangan, Ramadan bukan hanya soal ibadah, tapi juga soal rasa aman saat musim hujan.
Yanto, warga Sumber, mengaku kini merasa kurang tenang. Itu bermula semenjak wilayahnya beberapa kali terdampak banjir akibat kerusakan di kawasan Bukit Plangon.
BACA JUGA:TEGAS! Dewan Minta Galian Trusmi Land di Plangon Ditutup, Berpotensi Rusak Lingkungan
“Tinggal di bawah kaki bukit sekarang terasa waswas. Kemarin banjir datang karena dampak bukit yang rusak. Kalau hujan besar lagi, kami takut kejadian itu terulang,” katanya.
Hal serupa dirasakan Didin, warga Losari. Ia khawatir jika banjir datang saat waktu berbuka atau menjelang sahur. “Sudah lelah berpuasa, masih harus membereskan rumah karena banjir. Itu yang kami takutkan,” ujarnya.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Pasalnya, hingga pertengahan Februari 2026, masih ada potensi cuaca ekstrem. Hal itu, disampaikan Sekretaris BPBD Kabupaten Cirebon, Syamsul Huda, Kamis (19/2).
Warga pun diminta tetap waspada. Setelah periode itu, Cirebon biasanya memasuki masa pancaroba. Angin kencang dan puting beliung berpotensi terjadi hingga Mei. Kondisi ini sering disebut kemarau basah, terutama jika tidak dipengaruhi siklon besar.
Secara geografis, Kabupaten Cirebon berada di pesisir utara Jawa Barat. Wilayahnya memiliki garis pantai sekitar 54 kilometer dan luas 990,36 kilometer persegi, mencakup 40 kecamatan, 412 desa, dan 12 kelurahan. Dengan wilayah yang cukup luas, potensi bencana pun beragam.
BACA JUGA:Galian di Bukit Plangon Disorot, DPRD Nilai Berkontribusi pada Banjir Sumber
BPBD mencatat sedikitnya sembilan potensi bencana di Kabupaten Cirebon, antara lain banjir, longsor, rob, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kekeringan, letusan Gunung Ciremai, banjir bandang, dan gempa bumi.
Sementara itu, BMKG juga mengeluarkan peringatan dini cuaca. Dalam prakiraan 17–19 Februari 2026, sejumlah wilayah di Jawa Barat, termasuk Kabupaten Cirebon, berpotensi diguyur hujan yang disertai kilat, petir, dan angin kencang, terutama pada siang hingga malam hari. (zen)