Selama Ramadhan, Jalan Siliwangi Disulap Jadi Pasar Takjil

Kamis 19-02-2026,21:30 WIB
Reporter : Asep Saepul Mielah
Editor : Rifki Nurcholis

CIREBON - Pemerintah Kota Cirebon mematangkan persiapan untuk menyulap jalan Siliwangi menjadi pasar takjil Ramadhan.

Pasar takjil dan fashion bertajuk Festival Ramadhan 1447 H ini dimulai hari ini, Kamis tanggal 19 Februari 2026, bertepatan dengan tanggal 1 Ramadhan 1447 H. 

Kepala Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah Perdagangan dan Perindustrian (DKUKMPP) Kota Cirebon, Iing Daiman mengungkapkan, untuk pasar takjil ini akan dibuka di sepanjang 1,7 kilometer jalan Siliwangi, mulai dari PGC hingga sebelum persimpangan Krucuk. 

BACA JUGA:Satu Tahun Menjabat, Edo-Farida Beberkan Capaian Kerja

Di sepanjang jalur tersebut, pihaknya sudah melakukan pemetaan dan melakukan penandaan batas-batas lapak untuk pedagang. 

"Kita sediakan 498 lapak untuk para pedagang, ukuran 2x2, sudah kita tandai, mulai besok (hari ini. Red) dimulai," ungkap Iing. 

Dijelaskan Iing, Pemkot menyediakan beberapa fasilitas secara umum, namun tidak dengan instalasi listrik, sehingga para pedagang yang membutuhkan aliran listrik diarahkan untuk rereongan menyediakan semacam genset untuk bareng-bareng. 

BACA JUGA:Sanitary Napkin Fair Diskon Hingga 40%, Penuhi Kebutuhan Wanita Jauh Lebih Hemat Dan Nyaman.

"Yang pasti dilarang untuk menyambung dari PJU atau sambungan ilegal lainnya. Dilarang juga berjualan di trotoar," ujar Iing. 

Untuk penempatan pedagang, dijelaskan Iing, agar tidak ada kecemburuan, pihaknya menggunakan sistem kocokan, sehingga semua ditempatkan berdasarkan pengundian. 

"Pedagang diminta membawa trash bag, tidak boleh meninggalkan alat-alat berdagang di lokasi, dondangan hingga sampah saat waktu selesai, tidak boleh memakai lapak permanen. Ini semua diberikan Pemkot secara gratis," jelas Iing. 

BACA JUGA:Lebih Natural dan Elegant, 4 Prompt Gemini AI Edit Foto untuk Wanita Berhijab Terbaru, Dijamin Pangling

Sementara itu, Walikota Cirebon, Effendi Edo mengharap akan banyak dampak positif dari kebijakan yang diterapkan selama bulan Ramadhan ini. 

"Kita ingin banyak dampak positifnya, selain Satpol PP bisa menahan emosi tak perlu menertibkan pedagang, ada perputaran ekonomi kerakyatan disana," ungkap Edo.

Pasalnya, melalui kebijakan ini, lanjut Edo, Pemkot menyediakan ruang dan space untuk masyarakat yang biasa menjajakan takjil setiap Ramadhan, agar tak perlu was-was ditertibkan karena berdagang di lokasi yang dilarang. 

Kategori :