Pertama, membantu menegaskan tujuan ibadah agar tidak sekadar menahan lapar dan haus, tetapi benar-benar diniatkan karena Allah.
Kedua, memperkuat kesadaran spiritual bahwa puasa adalah perintah yang wajib dilaksanakan selama bulan Ramadan.
Ketiga, menumbuhkan rasa tanggung jawab untuk menjaga puasa hingga waktu berbuka tiba.
Namun demikian, penting dipahami bahwa inti niat tetap berada di dalam hati.
BACA JUGA:Hasil Persija Jakarta vs PSM Makassar 2-1 Gol Debut Alladine Bersama Persija Jakarta
Jika seseorang sudah tergerak untuk bangun sahur dan memang berniat menjalankan puasa Ramadan, maka itu sudah termasuk niat.
Lafadz yang diucapkan hanyalah bentuk penegasan dan kebiasaan baik yang dianjurkan.
Dengan memahami makna doa niat sahur dan waktu yang tepat membacanya, diharapkan ibadah puasa kita menjadi lebih khusyuk dan penuh kesadaran.
Ramadan bukan hanya soal menahan diri, tetapi juga tentang memperbaiki niat dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.