RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Progres renovasi Gedung DPRD Kabupaten Cirebon pasca kerusuhan beberapa waktu lalu kini telah mencapai sekitar 95 persen. Ditargetkan rampung pada Maret 2026. Saat ini, tengah memasuki tahap finishing.
Renovasi gedung DPRD Kabupaten Cirebon ini difokuskan pada pemulihan struktur fisik bangunan. Perbaikan meliputi pemasangan kusen, jendela, dan pintu berbahan aluminium, serta pembaruan lantai dan pengecatan bagian dalam gedung.
Menariknya, papan proyek renovasi baru terpasang saat pekerjaan hampir selesai. Proyek senilai Rp19,6 miliar yang bersumber dari APBN Tahun Anggaran 2025–2026. Dikerjakan oleh PT Adhi Karya (Persero) Tbk dengan durasi pelaksanaan 180 hari kalender.
Kabag Umum dan Kepegawaian Sekretariat DPRD Kabupaten Cirebon, Wawan Siswandar SE MSi, mengatakan bahwa progres pekerjaan saat ini sudah mendekati rampung dan tinggal tahap akhir.
“Yang cukup memakan waktu itu finishing. Kalau dilihat sekarang progresnya sudah 95 persenan. Targetnya selesai pada Maret 2026,” ujar Wawan, kepada Rakyat Cirebon, Jumat (20/2).
BACA JUGA:Renovasi Gedung DPRD Cirebon Masih Berlangsung, Ditargetkan Rampung Akhir Tahun
Ia menjelaskan, renovasi yang dilaksanakan melalui Kementerian Pekerjaan Umum hanya mencakup perbaikan fisik standar bangunan. Proyek tersebut tidak termasuk pengadaan sarana dan prasarana penunjang yang rusak atau hilang akibat kerusuhan, seperti komputer, laptop, kursi, pendingin ruangan (AC), maupun ornamen kayu jati.
“Perbaikan fokus pada bangunan fisik saja. Untuk kebutuhan sarana kerja lainnya akan kami usulkan bertahap melalui APBD, menyesuaikan kondisi keuangan daerah,” jelasnya.
Menurut Wawan, pengadaan fasilitas kerja pasca renovasi akan dilakukan secara bertahap. Alasannya, karena pemerintah daerah saat ini tengah melakukan efisiensi anggaran, terlebih adanya pengurangan Transfer Keuangan Daerah (TKD) dari pemerintah pusat.
Ia menegaskan, seluruh tahapan teknis dan target waktu pengerjaan menjadi tanggung jawab Kementerian PU. Sementara DPRD Kabupaten Cirebon bertindak sebagai penerima manfaat dari program renovasi tersebut.
Wawan pun menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah pusat dalam proses perbaikan gedung DPRD. Menurutnya, bantuan tersebut sangat berarti di tengah keterbatasan anggaran daerah.
“Kami sangat bersyukur dengan adanya bantuan dari pusat. Kalau harus mengandalkan APBD, mungkin butuh waktu lama mengingat kondisi keuangan daerah saat ini sedang efisien,” tandasnya.
Ia berharap, dengan selesainya renovasi nanti, aktivitas kedewanan dapat kembali berjalan optimal serta didukung fasilitas kerja yang lebih representatif. (zen)