Kolaborasi Internasional Terry Hee/Gloria Widjaja Berhasil Tembus Empat Besar German Open 2026

Selasa 03-03-2026,00:14 WIB
Reporter : Farida Alviyani
Editor : Farida Alviyani

RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Turnamen German Open 2026 tidak hanya menjadi panggung bagi dominasi negara-negara besar bulutangkis, tetapi juga melahirkan cerita unik yang mencuri perhatian publik di Westenergie Sporthalle.

Salah satu kejutan paling menarik datang dari pasangan ganda campuran lintas negara, Hee Yong Kai Terry (Singapura) dan Gloria Emanuelle Widjaja (Indonesia).

Meski berstatus sebagai pemain dari dua negara berbeda, kombinasi pengalaman dan komunikasi yang apik membawa mereka melaju jauh hingga babak semifinal, melampaui ekspektasi banyak pihak.

BACA JUGA:Rekap Hasil German Open 2026: Perjuangan Maksimal Skuad Mini Indonesia di Mülheim

Menumbangkan Unggulan di Babak Awal

Perjalanan Terry/Gloria di Mülheim tidaklah mudah. Sejak babak pertama, mereka sudah harus berhadapan dengan lawan-lawan tangguh yang secara peringkat berada di atas mereka.

Kejutan terbesar terjadi di babak perempat final, di mana mereka berhasil menumbangkan pasangan unggulan keempat asal Denmark dalam pertandingan yang menguras fisik.

Kemenangan tersebut membuktikan bahwa perbedaan bendera nasional bukan penghalang untuk menciptakan chemistry yang solid di atas lapangan.

Gloria, dengan pengalamannya yang matang di sektor ganda campuran, mampu menjadi dirigen permainan di area belakang, sementara Terry tampil sangat agresif dalam menyambar bola-bola di depan net.

BACA JUGA:Daftar Lengkap Wakil Indonesia di All England 2026: Analisis Lengkap Hasil Drawing dan Lawan Pertama

Rahasia di Balik Komunikasi Lapangan

Banyak yang bertanya-tanya bagaimana pasangan lintas negara ini bisa tampil begitu padu dalam waktu singkat.

Mengutip dari beberapa sesi wawancara usai laga, Gloria mengungkapkan bahwa kunci utama mereka adalah komunikasi yang cair dan tanpa tekanan.

"Kami bermain tanpa beban. Karena kami dari negara yang berbeda, fokus utamanya adalah saling melengkapi kekurangan masing-masing di lapangan. Terry sangat cepat, dan saya mencoba menjaga ritme agar kami tidak terbawa pola lawan," ujar Gloria.

Meskipun secara administratif mereka mewakili klub atau asosiasi yang berbeda, profesionalisme yang ditunjukkan keduanya mendapat apresiasi tinggi dari para pecinta bulutangkis Indonesia dan Singapura.

BACA JUGA:Wajah Baru di Birmingham: Sederet Debutan Wakil Indonesia di All England 2026

Terhenti dengan Kepala Tegak

Langkah heroik Terry/Gloria akhirnya harus terhenti di babak semifinal. Mereka harus mengakui keunggulan pasangan Denmark, Mads Vestergaard/Christine Busch, dalam laga dua gim langsung 19-21 dan 16-21.

Kategori :