RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Ajang balap Moto3 di Circuit of the Americas (COTA), Texas, baru saja berakhir dengan meninggalkan kesan mendalam bagi para penggemar balap motor di tanah air.
Di tengah kepungan pembalap-pembalap muda berbakat dari daratan Eropa, muncul satu nama yang konsisten mencuri perhatian: Veda Ega Pratama.
Pembalap asal Gunungkidul ini menunjukkan tajinya sebagai salah satu talenta paling menjanjikan dalam Skuad Garuda tahun 2026.
Menganalisis performa Veda di COTA bukan hanya soal melihat angka di papan skor.
BACA JUGA:Hasil Moto3 Amerika 2026: Posisi Berapa Veda Ega Pratama di COTA?
Tetapi juga mengamati bagaimana mentalitas dan adaptasi teknisnya berkembang pesat di salah satu sirkuit paling menantang dalam kalender MotoGP.
Menjinakkan COTA: Ujian Fisik dan Strategi
Circuit of the Americas bukanlah lintasan yang ramah bagi pembalap pemula.
Dengan 20 tikungan yang memiliki karakteristik beragam, mulai dari pengereman keras di Tikungan 1 hingga rangkaian S-curves yang menuntut kelincahan tubuh sirkuit ini seringkali menjadi "kuburan" bagi konsistensi pembalap muda.
Veda Ega Pratama menunjukkan kematangan yang mengejutkan sejak sesi latihan bebas.
BACA JUGA:Turun Tipis Rp 550! Harga Perak Antam Terbaru Hari Ini Selasa, 31 Maret 2026
Ia tidak memaksakan diri untuk mencetak waktu tercepat secara instan. Sebaliknya, ia terlihat fokus pada pemetaan konsumsi ban dan titik pengereman.
Strategi "sabar" ini terbayar saat balapan berlangsung. Ketika banyak pembalap lain mulai kedodoran secara fisik di paruh kedua balapan, Veda justru mampu menjaga ritme putarannya tetap stabil.
Inilah yang menjadi kunci utama mengapa ia mampu bersaing di barisan sepuluh besar.
Konsistensi di Tengah Persaingan Ketat
Salah satu hal yang paling menonjol dari analisis performa Veda kali ini adalah kemampuannya dalam melakukan recovery atau pemulihan posisi.
BACA JUGA:Cara Menggunakan Fitur Mirip Air Drop di HP Samsung dengan Cepat