RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Banyak orang pernah merasakan ini: duduk di depan tablet, niat awalnya ingin baca atau mencatat, tapi tiba-tiba sudah setengah jam terbuang hanya karena notifikasi. Satu klik kecil, dan fokus pun buyar.
Nah, Huion Ink datang dengan tawaran yang berbeda.
Ia adalah smart notebook berbasis Android dengan layar E-Ink 10,3 inci yang dirancang bukan untuk serba bisa, melainkan untuk satu hal: membuat kamu benar-benar fokus. Baca, tulis, catat. Tanpa gangguan.
Tapi di sisi lain, saat dihubungkan ke laptop, ia juga bisa berubah fungsi menjadi pen tablet. Jadi, ini bukan sekadar e-reader. Dan lebih dari sekadar hanya buku digital.
Layar E-Ink Tajam dan Ramah Mata
Hal pertama yang langsung terasa begitu layar menyala: teksnya tajam. Panel E-Ink 10,3 inci dengan resolusi 1872 × 1404 piksel dan kerapatan 227 PPI memang bukan angka sembarangan mau itu dokumen PDF, ilustrasi teknis, bahkan teks kecil sekalipun tampil bersih dan terbaca.
Sementara itu, permukaan glare-free-nya bekerja diam-diam tapi efektif. Tidak ada pantulan, tidak ada silau baik di bawah matahari langsung maupun di ruangan dengan lampu terang.
Berbeda dengan layar LCD atau OLED yang memancarkan cahaya langsung ke mata, teknologi E-Ink membuat sesi membaca berjam-jam terasa jauh lebih nyaman.
Huion juga menyertakan front light bawaan dengan pengaturan kecerahan dan temperatur warna.
Aktifkan warm mode di malam hari, dan layar terasa jauh lebih ramah untuk mata yang sudah lelah. Kecil, tapi detail seperti ini yang sering luput dari perangkat lain.
Presisi yang Terasa Organik
Huion sudah lama jadi nama besar di dunia tablet grafis dan itu terasa nyata di sini. Stylusnya pakai teknologi EMR, jadi tidak perlu baterai sama sekali.
Tinggal ambil, langsung pakai. Dengan 8192 level sensitivitas tekanan, setiap variasi goresan dari sapuan ringan hingga tekanan penuh bakal terekam.
Di bagian belakang stylus ada eraser tip. Balik pena, hapus. Sesederhana itu.
Tapi ada satu hal yang perlu jujur disampaikan: latensinya terasa saat kamu menulis cepat. Jejak tinta sedikit tertinggal dari gerakan tangan, dan goresan yang terburu-buru kadang keluar lebih bergelombang dari yang diinginkan. Bukan masalah besar tapi cukup terasa, terutama bagi yang terbiasa mencatat dengan tempo tinggi.
Canggih dengan Beberapa Keterbatasan
Perangkat ini berjalan di Android dengan RAM 4 GB dan storage 64 GB yang bisa diperluas hingga 2 TB lewat microSD.
Mode split-screen menjadi fitur yang menurut kami paling menarik: sisi satu layar membuka dokumen referensi sementara catatan ditulis di sisi lainnya secara bersamaan.