RAKYATCIREBON.DISWAY.ID – Memasuki pertengahan tahun 2026, fluktuasi harga energi global kembali memberikan dampak pada penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) di tanah air.
Bagi para pemilik kendaraan bermesin diesel, khususnya mesin modern dengan teknologi Common Rail, memilih antara Pertamina Dex atau Dexlite bukan sekadar soal gaya-gayaan.
Ini adalah tentang menjaga kesehatan mesin sekaligus mengatur strategi pengeluaran bulanan agar tidak terlalu banyak.
Pertamina secara berkala melakukan evaluasi harga mengikuti tren harga minyak mentah dunia dan nilai tukar rupiah. Lantas, berapa harga terbaru untuk kedua jenis BBM nonsubsidi ini? Simak selengkapnya disini.
BACA JUGA:Garmin Rilis Forerunner 70 dan 170 dengan Layar AMOLED dan Fitur Premium
Mengapa Harga Pertamina Dex dan Dexlite Selalu Berubah?
Berbeda dengan BioSolar yang harganya dipatok oleh pemerintah melalui skema subsidi, Pertamina Dex dan Dexlite masuk dalam kategori BBM Non-Subsidi atau Jenis Bahan Bakar Umum (JBU). Artinya, harganya bersifat dinamis.
Penyesuaian ini biasanya diumumkan setiap awal bulan. Jika harga minyak dunia sedang merangkak naik, maka jangan kaget jika angka di papan SPBU juga ikut berubah.
Sebaliknya, saat pasokan stabil, Pertamina tak jarang memberikan promo atau penurunan harga untuk menjaga daya beli masyarakat.
Harga Terbaru: Pertamina Dex vs Dexlite
Berdasarkan data terbaru di berbagai wilayah Indonesia, terdapat perbedaan harga yang cukup konsisten antara kedua produk ini. Berikut adalah rincian perbandingannya:
BACA JUGA:Update Harga BBM Pertamina Terbaru Mei 2026: Pertalite, Pertamax, Dexlite hingga Dex
Pertamina Dex (CN 53)
Dipasarkan dengan kisaran harga Rp15.100 hingga Rp15.600 per liter. Menjadi varian tertinggi untuk menjaga sistem pembakaran tetap bersih dan emisi rendah.
Dexlite (CN 51)
Dipasarkan dengan kisaran harga Rp13.500 hingga Rp14.100 per liter. Menjadi solusi bagi pengguna yang menginginkan performa di atas BioSolar namun dengan harga lebih ekonomis.
Saat ini, selisih antara keduanya rata-rata berada di angka Rp1.500 hingga Rp2.500 per liter, tergantung pada zona wilayah distribusi masing-masing SPBU.