Dari Warung Nasi Jamblang Menuju Panggung Global

Kamis 23-07-2026,09:42 WIB
Reporter : Norman Yudha Gunarsa (Asisten
Editor : Suwandi

Bagi pelaku usaha daerah, manfaatnya juga tidak dapat dipandang sebelah mata. Wisatawan mancanegara yang datang ke berbagai destinasi Indonesia, termasuk kota-kota budaya dan wisata seperti Cirebon, dapat menikmati pengalaman transaksi yang semakin mudah. Kemudahan ini pada akhirnya mendukung sektor pariwisata dan ekonomi daerah. Di titik inilah terlihat benang merah antara QRIS Jelajah Indonesia dan kerja sama QRIS antarnegara. Keduanya bergerak dalam satu arah yang sama yaitu untuk memperluas akses ekonomi digital dari tingkat lokal hingga tingkat regional.

Menjelajah Masa Depan

Pelaksanaan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026 di Cirebon dan Majalengka mencatat lebih dari 350 transaksi QRIS serta edukasi kepada ratusan masyarakat hanya dalam waktu dua hari. Angka tersebut mungkin terlihat sederhana dibandingkan jutaan transaksi yang terjadi setiap hari di Indonesia. Namun di balik angka itu terdapat sesuatu yang lebih penting yaitu perubahan perilaku.

Setiap transaksi digital adalah langkah kecil menuju ekonomi yang lebih efisien. Setiap merchant yang mulai menerima QRIS adalah bagian dari ekosistem yang semakin inklusif. Setiap masyarakat yang memahami pembayaran digital adalah fondasi bagi masa depan ekonomi Indonesia.

Karena pada akhirnya, perjalanan QRIS bukan hanya tentang teknologi pembayaran. Ini adalah perjalanan tentang bagaimana Indonesia membangun jembatan antara pasar tradisional dan ekonomi digital, antara kuliner lokal dan wisatawan global, serta antara cita-cita nasional dan panggung dunia. Dari warung nasi jamblang di Cirebon, Indonesia sesungguhnya sedang menapaki jalan menuju masa depan pembayaran yang semakin terhubung, inklusif, dan mendunia. *

*** Tulisan ini merupakan opini pribadi penulis dan tidak mewakili pandangan instansi/organisasi manapun.

Tags :
Kategori :

Terkait