Istilah tersebut digunakan Heru untuk menggambarkan penilaiannya bahwa Dedi Mulyadi tidak memiliki keberanian menghadapi koruptor kelas kakap.
Heru bahkan menyebut Dedi tidak hanya takut menghadapi koruptor. Berbicara mengenai persoalan korupsi besar di Jawa Barat saja, menurut dia, Kang Dedi tidak memiliki keberanian.
"Dan karenanya, sekali lagi saya sudah tidak ada tedeng aling-aling. Saya katakan bahwa Dedi Mulyadi adalah ayam sayur, Dedi Mulyadi adalah raja kecil," ujar Heru.
Tak hanya mengkritik Dedi Mulyadi, Heru juga mempertanyakan sikap Botok dan aktivis Aliansi Masyarakat Pati Bersatu yang memenuhi undangan tersebut.
Ia meminta para aktivis tetap menjaga independensi gerakan. Menurutnya, gerakan antikorupsi tidak boleh dibelokkan untuk kepentingan politik praktis.
"Jika seandainya Anda mengetahui juga atau setidaknya tahu Dedi Mulyadi adalah pemimpin yang sangat takut dengan koruptor, mengapa Anda harus datang? Mengapa Anda melayani undangannya?" katanya.
Heru menilai isu kemanusiaan dan pemberantasan korupsi merupakan persoalan publik. Karena itu, menurut dia, isu tersebut tidak seharusnya digunakan untuk kepentingan elektoral.
Ia juga mengajak masyarakat lebih kritis melihat berbagai manuver politik. Terutama ketika isu kemanusiaan, pemberantasan korupsi, perampasan aset, hingga hukuman berat bagi koruptor masuk dalam komunikasi politik.
"Masyarakat tentunya kita sudah bisa bijak, kita sudah pintar, kita juga sudah dewasa dan cerdik untuk bisa memberikan apresiasi atau bahkan kritik terhadap siapa saja yang memanfaatkan isu-isu kemanusiaan dan pemberantasan korupsi," tuturnya.
Heru kembali menegaskan penilaiannya terhadap pertemuan Dedi Mulyadi dengan para aktivis antikorupsi tersebut.
Ia menyebut langkah itu sebagai pencitraan politik. Menurut Heru, Dedi Mulyadi sedang mempertaruhkan masa depan politiknya dengan membawa isu antikorupsi ke dalam kepentingan elektoral.
"Yang dilakukan Dedi Mulyadi dengan mengundang aktivis antikorupsi dan pendukung hukuman mati adalah sebuah pencitraan yang sangat keji," katanya.
Heru pun mengingatkan agar aktivis tidak mudah terseret dalam kepentingan politik. Ia berharap isu pemberantasan korupsi tetap diperjuangkan secara independen. (zen)