CIREBON - Kemarau yang cukup terik saat ini tak hanya membuat sejumlah wilayah mengalami kekeringan, masyarakat kekurangan air bersih.
Ternyata, potensi bencana di musim kemarau ini juga muncul dari pohon-pohon besar di pinggir jalan yang saat ini mulai mengering.
Dari pantauan Rakyat Cirebon, di sejumlah ruas jalan, seperti salah satunya di kawasan Stadion Bima, pohon yang besar dan menjulang tinggi mulai mengering, sehingga dahan-dahannya rapuh.
BACA JUGA:Anggaran Jalan Rp198,7 Miliar, Bupati Belum Pegang Angka Progres
Hal ini mengakibatkan pohon tumbang juga menjadi potensi bencana di musim kemarau ini, terlebih jika ditambah oleh angin kencang.
Oleh karena itu, Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik pada BPBD Kota Cirebon, Arief Adhitya Firmansyah memberikan sejumlah imbauan kepada masyarakat, karena pohon rawan tumbang berada di sejumlah ruas jalan utama di Kota Cirebon.
Untuk kewaspadaan saat cuaca panas ekstrem seperti saat ini, Arief mengimbau masyarakat untuk sebisa mungkin menghindari berteduh, memarkir kendaraan, atau berhenti di bawah pohon tua, mati, atau berdaun gundul sehingga dahan-dahannya rapuh, karena saat tertiup angin kencang, pohon tersebut sangat berpotensi roboh.
BACA JUGA:Kampung Bersih Jangan Berhenti di Pemilahan Sampah, Komisi III Minta Fasilitas Dilengkapi
"Hindari pohon-pohon besar yang terlihat rapuh, biasanya dahan-dahannya gundul," ungkap Arief.
Untuk pengawasan jalur waspada, masyarakat, terutama para pengguna jalan, diminta untuk tetap fokus dan meningkatkan kewaspadaan saat berkendara, terlebih saat melewati titik-titik jalan yang dipenuhi pepohonan tua atau dahan lapuk.
Kemudian, Arief juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama melakukan pengawasan sebagai bentuk kewaspadaan.
BACA JUGA:Sekolah Rakyat Disiapkan, Cirebon Dapat Kuota 1.080 Siswa
Masyarakat diminta untuk segera laporkan ke BPBD atau instansi terkait, melalui kanal pelaporan yang sudah tersedia, jika di sekitarnya menemukan pohon yang mati, miring, atau ranting kering yang berpotensi roboh ke badan jalan, agar bisa segera diantisipasi tanpa menunggu roboh.
"Ini penting agar pohon yang berpotensi roboh dapat dilakukan pemangkasan secara berkala," jelas Arief.
Tak hanya itu, kata Arief, sebagai bentuk antisipasi utama, BPBD juga mendorong kesadaran masyarakat untuk menghindari prilaku-prilaku yang bisa menyebabkan potensi pohon tumbang muncul, seperti melakukan aktivitas membakar sampah di sekitar akar-akar pohon.