BACA JUGA:Utang RSD Gunung Jati Tembus Rp118 Miliar, Dewas Minta Manajemen Segera Berbenah
Menurutnya, pemulihan kondisi keuangan rumah sakit juga tidak bisa dilakukan hanya dalam waktu singkat. Ia menilai perlu dilihat terlebih dahulu posisi rasio keuangan serta komposisi utang dan piutang.
"Recovery-nya nggak bisa dengan tiga bulan. Nggak akan bisa recovery itu. Sekarang harus dilihat rasionya berapa," sambung dia.
Atlantik juga mengingat kembali kondisi RSD Gunung Jati ketika masih dipimpin Heru Purwanto. Ia menerangkan, pada masa tersebut pengelolaan keuangan dilakukan dengan memperhatikan kemampuan rumah sakit dalam menghasilkan surplus.
Menurut dia, produktivitas tidak hanya menjadi tanggung jawab jajaran direksi, tetapi seluruh unsur karyawan rumah sakit.
BACA JUGA:Dirut RSD Gunung Jati Pastikan Stok Obat Aman dan Gaji Pegawai Disesuaikan Kehadiran
"Dulu waktu zaman Dokter Heru, setiap karyawan itu menghasilkan surplus. Dari mulai direktur sampai kepala tukang sapu itu menghasilkan uang, dan itu kembali lagi ke masyarakat melalui pelayanan," terangnya.
Ia menegaskan, pengelolaan rumah sakit membutuhkan keseimbangan antara pelayanan kepada masyarakat dan kesehatan keuangan institusi.
Menurutnya, status rumah sakit yang memberikan pelayanan publik tidak berarti aspek rasio keuangan dapat diabaikan. "Kalau nggak pernah melihat rasio, nggak bisa. Lihat rasionya dulu," tegasnya.
Atlantik juga menyampaikan bahwa dirinya pernah memberikan peringatan terkait kondisi keuangan rumah sakit. Namun, ia mengatakan, keputusan akhir mengenai kebijakan pengelolaan keuangan berada pada manajemen yang menjabat.
BACA JUGA:Tata Kelola RSD Gunung Jati Cirebon Kembali Jadi Sorotan
"Sudah saya peringatkan, hati-hati dengan posisi ini. Tapi kalau tidak diambil, ya menjadi risiko," ujarnya.
Ia menilai, untuk mengetahui kondisi RSD Gunung Jati saat ini secara menyeluruh, perlu dilakukan pemeriksaan terhadap neraca rumah sakit, termasuk aset, kewajiban, piutang, kas, dana BPJS, serta rasio keuangan.
Dengan demikian, angka utang sekitar Rp118 miliar tidak serta-merta dapat menjadi satu-satunya ukuran untuk menentukan sehat atau tidaknya kondisi keuangan RSD Gunung Jati. Diperlukan data keuangan secara menyeluruh dan perbandingan antara kewajiban dengan kemampuan aset serta arus kas rumah sakit.
Diberitakan sebelumnya, Inspektur Daerah Kota Cirebon Asep Gina Muharam membenarkan bahwa RSD Gunung Jati memiliki utang. Persoalan tersebut juga telah menjadi perhatian DPRD Kota Cirebon.
BACA JUGA:RSD Gunung Jati Diminta Selesaikan PR-PR Besar