RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Pesan keras disampaikan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Prof Dr Abdul Mu’ti MEd saat menghadiri puncak Milad ke-26 Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Senin 28 September 2026.
Di hadapan mahasiswa dan keluarga besar UMC, Abdul Mu’ti mengingatkan bahwa ukuran keberhasilan mahasiswa tidak bisa berhenti pada angka Indeks Prestasi Kumulatif (IPK).
“Pintar saja tidak cukup. IPK tinggi tidak cukup. Harus memiliki berbagai keterampilan dan kemampuan untuk memimpin,” tegas Abdul Mu’ti.
Pesan tersebut disampaikan di tengah perubahan dunia yang berlangsung cepat. Digitalisasi, kecerdasan buatan, perubahan ekologis hingga konvergensi budaya, menurutnya, akan ikut menentukan masa depan generasi muda.
Karena itu, kampus tidak boleh hanya menjadi tempat mengejar nilai dan memperoleh ijazah. Mahasiswa harus dibekali kemampuan yang membuat mereka mampu menghadapi perubahan setelah meninggalkan bangku kuliah.
Abdul Mu’ti menyebut kemampuan literasi digital, memahami kecerdasan buatan, berpikir kritis, komunikasi, negosiasi dan kepemimpinan semakin penting.
Namun, kemampuan tersebut tidak cukup tanpa karakter. Mahasiswa, kata dia, harus menjadi pribadi yang knowledgeable dan capable, tetapi tetap rendah hati serta memiliki nilai moral.
UMC Tak Cukup Hanya Megah
Pesan Abdul Mu’ti tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa. Ia juga menantang perguruan tinggi Muhammadiyah untuk terus meningkatkan kualitas dan tidak berhenti pada perkembangan fisik.
Menurut Abdul Mu’ti, kemajuan sebuah daerah memiliki kaitan erat dengan kualitas perguruan tinggi yang tumbuh di dalamnya.
Kampus harus mampu menghasilkan sumber daya manusia berkualitas, melahirkan inovasi dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Kalau kampus Muhammadiyah berkualitas, maka kualitas pendidikan nasional juga akan semakin baik,” ujarnya.
Pernyataan itu disampaikan bersamaan dengan rencana pengembangan UMC Tower yang diproyeksikan menjadi bagian dari unit usaha kampus.
Kawasan tersebut dirancang dilengkapi taman, landmark serta ruang wisata religi dan edukasi.
Namun bagi Abdul Mu’ti, pembangunan fisik harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas.