Abdul Mu’ti Gebrak Milad UMC: “IPK Tinggi Saja Tidak Cukup!”

Senin 28-09-2026,14:39 WIB
Reporter : Zezen Zaenudin Ali
Editor : Rifki Nurcholis

BACA JUGA:Menuju Pengabdian Desa 2026 di Cikondang, UMC dan 9 Kampus Siapkan Teknologi Terbaru Bagi Masyarakat

Ia bahkan menegaskan standar yang harus dikejar perguruan tinggi Muhammadiyah. “Harus excellent, tidak boleh abal-abal. Harus memiliki keunggulan dan nilai dasar yang memotivasi untuk menjadi yang terbaik,” katanya.

Semangat tersebut, menurut Abdul Mu’ti, harus dibangun melalui prinsip fastabiqul khairat atau berlomba dalam kebaikan.

Abdul Mu’ti juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terlambat membaca perubahan. Perkembangan kecerdasan buatan menjadi salah satu tantangan terbesar yang akan memengaruhi dunia pendidikan maupun dunia kerja.

Karena itu, perguruan tinggi dituntut tidak sekadar mempertahankan pola lama.

Semangat tajdid atau pembaruan, kata Abdul Mu’ti, harus diterapkan dalam cara berpikir, cara bekerja, hingga kemampuan membaca perubahan dunia.

Pembaruan tidak hanya berkaitan dengan pemikiran keagamaan, tetapi juga bagaimana kampus menyiapkan mahasiswa menghadapi masa depan.

“Your future starts from here, UMC. This is the right university,” pesannya kepada mahasiswa.

Ia juga mengutip gagasan Paul Arden, It’s Not How Good You Are, It’s How Good You Want to Be.

Menurutnya, kemampuan seseorang hari ini bukanlah batas akhir. Kemauan untuk terus berkembang dan menjadi lebih baik justru menjadi bagian penting dalam menentukan masa depan.

UMC dan Tantangan untuk Cirebon

Puncak Milad ke-26 UMC mengusung tema “Menembus Batas Inovasi: Berbasis Budaya, Unggul di Era Digital.”

Rektor UMC Arif Nuruddin ST MT menyebut momentum tersebut sebagai bagian dari penguatan kualitas akademik, inovasi, budaya serta nilai Islam dan Kemuhammadiyahan.

Bagi UMC, tantangan tersebut datang bersamaan dengan fase pengembangan kampus.

Bukan hanya soal bangunan dan unit usaha, tetapi juga bagaimana kampus mampu menghasilkan lulusan yang mampu bersaing dan memberi manfaat bagi masyarakat.

Sebab, perguruan tinggi yang tumbuh di Cirebon pada akhirnya tidak hanya dituntut besar di dalam kampus. Dampaknya juga harus terasa di luar pagar kampus.

Kategori :