RAKYATCIREBON.DISWAY.ID - Mantan Plt Direktur Utama Perumda Air Minum Tirta Jati Kabupaten Cirebon, Hendra Candra Saputra, akhirnya buka suara soal pemberitaan yang mengaitkan dirinya dengan transaksi yang dipersoalkan FORMASI Cirebon.
Hendra membantah transaksi tersebut berkaitan dengan suap maupun penyalahgunaan jabatan. Menurut dia, transaksi yang disorot merupakan persoalan utang piutang dan tunggakan pekerjaan.
“Saya sudah memberikan klarifikasi kepada pihak kepolisian. Termasuk mengenai transaksi yang selama ini diberitakan. Saya jelaskan bahwa persoalannya berkaitan dengan utang piutang dan beberapa tunggakan pekerjaan,” kata Hendra, Senin 28 September 2026.
Hendra mengatakan, persoalan tersebut sebelumnya telah diklarifikasi kepada kepolisian setelah adanya pengaduan masyarakat (dumas). Sejumlah pihak, kata dia, juga telah dimintai keterangan.
Karena itu, Hendra meminta keberadaan sebuah laporan tidak langsung ditarik menjadi kesimpulan bahwa telah terjadi tindak pidana.
Menurut dia, pembuktian tetap harus dilakukan melalui proses hukum berdasarkan keterangan dan bukti dari para pihak.
Transaksi 2023, Penurunan Jabatan 2025
Hendra juga membantah jika transaksi tersebut dikaitkan dengan penurunan jabatan RN di lingkungan Perumda Air Minum Tirta Jati.
Ia menegaskan, keputusan mengenai jabatan RN bukan keputusan pribadi dirinya, melainkan keputusan manajemen melalui mekanisme internal perusahaan.
“Penurunan jabatan itu keputusan manajemen. Ada proses telaah dan jenjangnya, termasuk keterlibatan SPI, Direktur Umum, Direktur Teknik dan Direktur Utama saat itu,” ujarnya.
Hendra kemudian mempertanyakan kaitan antara persoalan transaksi dengan keputusan penurunan jabatan tersebut.
Ia menyebut persoalan utang piutang yang dipersoalkan terjadi pada 2023. Sedangkan penurunan jabatan RN baru berlangsung pada 2025.
“Kalau persoalannya 2023, sementara penurunan jabatan 2025, kenapa kemudian kedua persoalan itu sekarang kembali dikaitkan?” katanya.
Hendra menduga munculnya kembali persoalan tersebut berkaitan dengan persoalan pribadi setelah adanya keputusan penurunan jabatan.
Namun, ia menegaskan dugaan tersebut merupakan pandangannya dan belum dapat dijadikan kesimpulan.