Mahasiswa KPI UINSSC Belajar Langsung di Studio TVOne

Sabtu 07-11-2026,13:22 WIB
Reporter : Asep Saepul Mielah
Editor : Rifki Nurcholis

CIREBON - Sedikitnya 30 mahasiswa dari Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Dakwah dan Komunikasi Islam di UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon berangkat melakukan studi lapangan. 

Tak tanggung-tanggung, mereka berkunjung dan belajar langsung di studio TV One di Jakarta, kemarin.

Studi lapangan ini merupakan bagian dari pembelajaran mata kuliah Talk Show yang bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa mengenai praktik produksi program televisi, khususnya program talk show.

BACA JUGA:Kemenag Kabupaten Cirebon Hadirkan QR-KDR, Urus Izin Madrasah hingga Pesantren Bisa Lewat Online

Disana, para mahasiswa berkesempatan mengunjungi studio program Catatan Demokrasi TV One dan mengenal lebih dekat lingkungan kerja industri penyiaran televisi.

Dosen pengampu mata kuliah Talk Show, Dr Sitti Maesurah SIKom MIKom mengungkapkan bahwa program Catatan Demokrasi TV One ini dipilih menjadi salah satu objek pembelajaran karena menghadirkan diskusi mengenai isu-isu aktual dan persoalan demokrasi dengan melibatkan narasumber dari berbagai latar belakang keilmuan dan perspektif.

Dari kunjungan ini, lanjut Sitti, para mahasiswa memperoleh gambaran mengenai proses produksi program talk show, mulai dari persiapan materi dan topik pembahasan, pengelolaan narasumber, penyampaian informasi, hingga dinamika komunikasi yang berlangsung dalam sebuah tayangan televisi.

BACA JUGA:DPRD Soroti Legalitas Aset Daerah, Sertifikasi Baru 70 Persen

"Mahasiswa kita berikan kesempatan untuk mengamati bagaimana suatu isu dikonstruksi, dikemas, dan disampaikan kepada khalayak melalui media televisi," lanjut Sitti. 

Dengan melihat langsung, maka pembelajaran tidak hanya berorientasi pada aspek teknis produksi, tetapi juga mencakup pemahaman mengenai peran dan tanggung jawab media dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.

"Kunjungan media merupakan bagian penting dari pembelajaran berbasis pengalaman atau experiential learning. Mahasiswa komunikasi perlu mendapatkan kesempatan untuk menghubungkan konsep dan teori yang dipelajari di ruang perkuliahan dengan praktik nyata di industri media," jelas Sitti. 

BACA JUGA:Kuasa Hukum Abeng Bantah Tuduhan Penganiayaan Wiwie, Sebut Kliennya Lakukan Pembelaan Diri

Ditambahkan Sitti, program talk show bukan sekadar tayangan hiburan atau forum percakapan, melainkan juga memiliki dimensi edukasi dan tanggung jawab sosial.

Melalui program tersebut, media dapat menghadirkan ruang diskusi bagi publik untuk memperoleh informasi, mengenal berbagai sudut pandang, serta memahami persoalan sosial secara lebih komprehensif.

"Hal penting yang perlu dipelajari mahasiswa bukan hanya bagaimana sebuah acara diproduksi agar menarik untuk ditonton, tetapi juga bagaimana informasi disampaikan secara bertanggung jawab, bagaimana moderator membangun diskusi yang berkualitas, dan bagaimana berbagai perspektif dapat dihadirkan secara proporsional. Kompetensi tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa komunikasi ketika nantinya terjun ke dunia profesional," ujar Sitti. 

Kategori :