Kisruh Keraton Kasepuhan, Jangan Wariskan Beban ini Pada Generasi

Rabu 19-08-2020,15:47 WIB

“Yakni berangkat dari wasiat Syekh Syarif Hidayatullah \"Ingsun titip Tajug lan Fakir Miskin\". Artinya Marwah Kraton harus mengutamakan nilai-nilau religiusitas Islam), tanpa menyampingkan adat istiadat, budaya, dan tradisi sosial istana sentris,” imbuh pria yang akrab disapa Kang Hayyi ini.

 

Lebih lanjut, ia mengungkapkan bahwa nilai-nilau religiusitas ini, identik dengan Para Kyai. Ulama sebagai pewaris langsung yang memiliki nasab Syekh Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) itu ada di pesantren-pesantren.

 

“Nah disinilah menjadi keharusan sinergisitas ulama jangan dilihat sebelah mata. Selama ini terkesan diabaikan. Marwah Islam di Keraton erosi, dan hanyut, hingga kepercayaan masyarakat mengalami perubahan sudah down (nuzul),” ujarnya.

 

Istana sentris, Kang Hayi menambahkan dewasa ini malah menjadi tidak jelas. Seakan-akan hanya simbol tahta mahkota (kraton ingsun).

 

“Sumbangsih pemikiran secara pribadi, maka Pesantren harus, menyudahinya kisruh tersebut untuk turut memberikan solusi ishlah pelurusan kebenaran sejarah Nasab Syekh Syarif Hidayatullah yg memberikan kunci amanat (bukan pemilik kunci),” pungkasnya. (wb)

Tags :
Kategori :

Terkait