Tunaikan Sedekah Alquran, Antre Ratusan Meter di Percetakan Madinah

Kamis 16-06-2016,09:37 WIB

Masjid Nabawi di Madinah memiliki banyak keistimewaan. Diantaranya, ibadah yang dilakukan pahalanya dikalikan seribu.
Antre dapat alquran di Madinah. Foto: Yusuf/Radar Cirebon

Untuk meraih keutamaan di Masjid Nabawi, berbagai cara dilakukan umat muslim seluruh dunia, salahstunya sedekah Alquran.

UMRAH yang secara penuh dilakukan di Makkah, hampir dipastikan menyempatkan ke Masjid Nabawi. Karena Masjidilharam dan Masjid Nabawi, dua hal yang saling terkait erat.

Melakukan kebaikan dalam bentuk sedekah di Masjid Nabawi, jika itu bentuknya berkaitan dengan Riyal (mata uang Arab Saudi), orang kaya Madinah dan sekitarnya pasti yang pertama memberi.

Belum lagi, kerajaan Arab Saudi mengambil semua proyek ladang pahala pembangunan masjid yang di dalamnya ada makam Nabi Muhammad SAW itu.

Beruntung, masih ada celah pahala yang mengalir melalui sedekah Alquran. Karena bisa jadi kalau pihak Kerajaan Arab Saudi atau pengurus Masjid Nabawi menghendaki, ada aturan tidak menerima sedekah Alquran.

Sebab, untuk membeli atau mencetak Alquran sebanyak apapun, negara kaya yang diberkati ini mampu melakukannya.

Untuk memberikan sedekah Alquran, tidak gratis. Namanya juga sedekah dengan harta yang dikonversikan dalam bentuk Alquran. Ada dua harga yang selalu pedagang tawarkan.

Ada yang satu Alquran seharga 20 riyal atau sekitar Rp72 ribu. Adapula satu Alquran senilai 50 riyal atau sekitar Rp180 ribu. Tinggal pilih sesuai kemampuan. Terpenting, ikhlas. Saya membeli puluhan. Semuanya titipan rekan sejawat dan kerabat.

Tentu, sedekah Alquran memiliki tujuan dan harapan bagi yang memberikan. Salah satunya, kitab suci umat Islam itu terus dibaca dan pahalanya sampai kepada pemberi Alquran. Hampir setiap hari, Alquran lama dan baru silih berganti keluar masuk Masjid Nabawi.

Alquran yang sudah menetap lama versi mereka, bukan yang berusia tahunan. Belum genap satu minggu saja, kalau tidak dari percetakan khusus yang diberi wewenang oleh Kerajaan Arab Saudi, Alquran tersebut akan dikeluarkan dari masjid Nabawi dengan cepat.

“Alquran yang keluar dibagikan ke seluruh penjuru dunia. Indonesia termasuk negara favorit tujuan. Karena penduduk muslimnya terbanyak di dunia,” terang Direktur Utama Salam Tour, Ustad H Dede Muharam Lc, kemarin.

Saya penasaran dengan percetakan Alquran di Madinah milik pemerintah Arab Saudi. Allah SWT menakdirkan saya mengunjunginya.

Saat turun dari bus, semangat saya sedikit mengendur saat melihat antrean yang begitu panjang. Di bawah terik matahari 42 derajat celcius, mereka seolah tidak peduli. Ini yang membuat saya kembali bersemangat dan ikut antrean.

Panjang antrean jika ditarik garis lurus mencapai sekitar 600 meter. Percetakan bernama Majma Malik Fahd Lithiba\'ah Mushhaf Syariif Madinah, berada sekitar 8 kilometer dari Masjid Nabawi. Letaknya berdekatan dengan rumah Raja Arab Saudi di Madinah.

Percetakan mampu memproduksi Alquran hingga 30 juta eksemplar per-tahun. Ada 26 jenis mushaf dan terjemahan dari berbagai bahasa.

Termasuk Bahasa Indonesia pastinya. Bahkan, di percetakan ini hanya ada tiga bahasa resmi untuk setiap petunjuk. Arab, Indonesia dan Inggris. Tidak ada yang lain.

Hal ini menjadi penegas masyarakat Indonesia menjadi bagian penting bagi Arab Saudi. Lebih dari itu, seolah menjadi penjelas adanya ikatan emosional dengan landasan ukhuwah Islamiyah. Bagi pengunjung, diberikan satu Alquran gratis.

Memasuki ruangan percetakan, seluruh sudut area percetakan dapat terlihat. Pengunjung melihat dari lantai dua. Percetakan dari proses awal hingga akhir ada di lantai satu.

Sama seperti Alquran yang disedekahkan baik di Masjid Nabawi maupun Masjidilharam, tersebar ke berbagai negara. Sedekah Alquran di Masjidilharam dan Masjid Nabawi, pahalanya bertebaran di penjuru bumi. Alhamdulillah. (*)

Tags :
Kategori :

Terkait